Di tanah basah Sumber Beringin, di antara bahasa ngoko dan celoteh Madura, Spring Code mengingatkan bahwa air bukan hanya soal bertahan hidup, tetapi juga soal bagaimana kita merawat ingatan, kebudayaan, dan kebersamaan.
Bersama Tamasya Halaman Belakang, kita diajak mengalami peristiwa tentang tanah yang benar-benar basah, seperti rawa-rawa, di sebuah lingkungan bernama Sumber Beringin, dengan orang-orang yang berceloteh dengan bahasa ngoko. Bukankah itu sangat Jember?***
*Penulis adalah pemerhati sejarah Jember
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Andien Aisyah dan Jejak Masa Kecilnya di Kampung Bromo Kalisat, dari Desa Kecil di Jember hingga Panggung Jazz Dunia
Antara Kentongan, Mantra, dan Sayap Merpati: Kisah Budi Prasetyo Menjaga Tradisi Getakan dari Desa Ajung Kalisat
Sudut Kalisat Hidupkan Sejarah Lokal Lewat Merokat Kenangan, Sebuah Upaya Untuk Mengenal dan Mencintai Kampung Halaman
Mampir di Jember! Festival Film Santri Gelar Nobar dan Sosialisasi Bareng Para Santri di Sinema Kelontong Sudut Kalisat
Sudut Kalisat Hidupkan Sejarah Lewat Festival Kampung Lorstkal: Menyulam Sejarah, Merayakan Peran Ibu