Sebagai negara hukum, aparat penegak hukumnya tidak boleh merasa bahwa sebagai alat negara mereka berdalih harus menang dengan segala cara. Jika dalih ini tak terkendali, maka yang tumbuh adalah rakyat dan para pencari keadilan adalah objek yang harus dilumpuhkan dengan segala cara. Mentalitas otoriter yang harus dikikis habis. Kita tak boleh kembali ke masa suram yang pedih dan menakutkan.
Kejadian belakang hari cukuplah sebagai peringatan bahwa sejatinya ada hal yang harus kita kedepankan. Semua dari kita mesti berbenah, karena energi harus disimpan untuk hal-hal baik di kemudian hari nantinya. Harus kembali. Menyerahkan hak marah kita ini pada yang mewakili, yang punya kebebasan dan segala fasilitas untuk itu.
Semua ini tentu adalah bagian dari pilihan, apapun dan bagaimanupun keadaannya. Namun, izinkan aku mendo’akan dan berbuat dengan keterbatasan ikhtiar seperti yang lainnya. Pada intinya, semua yang kita lakukan hari ini adalah proses saling mengingatkan satu dengan yang lain, karena tak ada yang sempurna pada kita sebagai manusia. Itulah demokrasi.***
*Penulis adalah Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Jombang
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Bahas Tambang dengan Jokowi saat Rakyat Tengah Aksi Demonstrasi, Gus Yahya Kena Sindir Gus Nadir: Contoh Dong PBNU
Kilas Balik Demonstrasi 1998 Silam, Guru Besar UI Sampaikan Pesan Mendalam atas Aksi Demo Mahasiswa Kawal Putusan MK
Dibayar atau Gerakan Murni? Prabowo Subianto Sebut Demonstrasi ‘Indonesia Gelap’ Sarat Kepentingan dan Penuh Kebohongan