Minggu, 19 Juli 2026

Membaca (Cerdas) Pendidikan Indonesia

Photo Author
Tim Redaksi Sketsa Nusantara, Sketsa Nusantara
- Rabu, 6 Agustus 2025 | 22:45 WIB
Ifdlolul Maghfur, peresenai buku Membaca Pendidikan Indonesia karya Mukani.  (SketsaNusantara.id)
Ifdlolul Maghfur, peresenai buku Membaca Pendidikan Indonesia karya Mukani. (SketsaNusantara.id)

Terlebih era sekarang dengan kemajuan teknologi yang telah menghadirkan sisi positif dan negatif. Menurut Ngainun Naim (2022), realitas ini harus dipahami dan disadari bersama. Pemahaman dan kesadaran ini menjadi titik pijak untuk menentukan langkah selanjutnya. Bagi orang yang berpikiran konstruktif, langkah yang bisa dilakukan antara lain adalah memanfaatkan teknologi secara maksimal dan mencari solusi atas ekses yang ikut serta.

Salah satu hal fundamental yang mengalami perubahan dari kecanggihan teknologi adalah sisi nasionalisme. Nasionalisme secara sederhana bisa dimaknai sebagai cinta tanah air. Namun seiring arus globalisasi dan derasnya informasi, nasionalisme  juga mengalami perubahan. Batas-batas antar negara secara sosial, politik, ekonomi dan budaya menjadi kabur. Implikasinya, muncul ketidakpedulian generasi muda terhadap nasionalisme.

Baca Juga: Istimewa! Terletak di Daerah yang Kaya Sektor Pertanian, UNEJ Kampus Bondowoso Hadirkan Akses Pendidikan Tinggi bagi Generasi Muda

Realitas semacam ini tentu menimbulkan kegelisahan secara luas. Sulit dibayangkan masa depan bangsa ini jika rasa memiliki terhadap bangsa tidak tumbuh di kalangan generasi muda. Padahal kelompok muda inilah yang nantinya akan menjadi pemimpin.

Satu strategi yang bisa ditempuh untuk menanamkan nasionalisme adalah melalui pendidikan. Mungkin terdengar normatif-dogmatis. Banyak juga kritik ditujukan pada strategi pembelajaran di kelas yang tidak sesuai dengan harapan. Cenderung membosankan, monoton dan kurang inovatif. Memang diperlukan langkah-langkah kreatif-konstruktif agar apa yang menjadi tujuan bisa tercapai melalui pendidikan.

Baca Juga: Ngopai, Cara Guru PAl Jenjang SD di Nganjuk Tingkatkan Kemampuan Pembelajaran

Salah satu yang bisa dilakukan adalah menghadirkan spirit para tokoh bangsa dalam memberikan kontribusi positifnya. Buku Membaca Pendidikan Indonesia ini menyajikan banyak sosok tokoh bangsa yang bisa dijadikan teladan bagi generasi milenial, mulai KH Hasyim Asy’ari, Bung Karno, K Wahid Hasyim, Gus Dur, SBY, KH Ma’shum Ali dan sebagainya. Ini penting dilakukan karena, menurut Hardiman (2021), era digital seperti sekarang ini lebih didominasi oleh sensasi dibandingkan kontemplasi.

Melalui penerbitan (kembali) buku ini, penulis tentu tidak berpretensi untuk “menuntaskan” segala persoalan yang muncul di dunia pendidikan Indonesia. Kualitas pendidikan di Indonesia bukan proses yang instan, tetapi proses panjang, berliku dan penuh tantangan. Pembenahan terhadap kualitas pendidikan di negeri ini memerlukan upaya integratif-menyeluruh di semua aspek pendidikan.

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur Pelopori Beasiswa S1 hingga S3 ke Luar Negeri

Buku Membaca Pendidikan Indonesia ini merupakan ikhtiar dari penulisnya dalam mengidentifikasi isu-isu kontemporer di seputar dunia pendidikan Indonesia. Dengan cara demikian, penulis telah menstimulasi para pembaca untuk tetap memberikan perhatian kepada dunia pendidikan agar kehadirannya tetap relevan dengan kebutuhan rakyat Indonesia. Setidaknya buku ini dapat mengundang wacana baru dan mampu menstimulasi berkembangnya pemikiran pendidikan serta memberikan secercah harapan bagi perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia.***

*Peresensi adalah Dosen Universitas Yudharta Pasuruan dan Pengurus LTN PWNU Jawa Timur

 Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Biarkan Kota Santri Kehilangan Jati Diri

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:40 WIB

Sistem Keulamaan dan Ahwa Permanen dalam NU

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB
X