Promedia perlu lebih adaptif dalam membaca pola pikir para calon penulis yang sering datang dengan ekspektasi instan, bahkan tanpa membaca dengan baik apa yang mereka masuki.
Rumah ini perlu terus belajar, seperti yang selalu diajarkannya pada para penulis, mulai dari memperbaiki cara berkomunikasi, memperkuat edukasi literasi sejak awal, dan memastikan bahwa setiap mitra media juga bertanggung jawab membimbing SDM-nya.
Literasi yang lemah di antara mereka yang ingin menulis juga merupakan tantangan nyata bagi ekosistem ini.
Jika Promedia ingin benar-benar menjadi rumah yang sehat dan berkelanjutan, memahami kegagalan mereka yang malas membaca adalah juga bagian dari cara membaca zaman dan menyiapkan diri demi masa depan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Gandeng Promedia Teknologi Indonesia, Semarak Event BRI Journalism 360 Wujudkan Transformasi Jurnalisme Digital untuk Masa Depan Berkelanjutan
Promedia dan BRI Gaet Mahasiswa UNDIP Kembangkan Bisnis Media Lewat Corelab
Rekap BRI Journalism 360 Palembang: Diskusi Promedia dengan Insan Pers hingga Mahasiswa UNI Raden Fatah
Setelah Palembang dan Semarang, Promedia Siap Guncang Medan dengan Event Journalism 360 Bulan Ini
HPN 9 Februari 2025, CEO Promedia Ajak Insan Media Bersatu Lawan Pembungkaman Digital dan Menjaga Kebebasan Pers