Mukani*
SketsaNusantara.id - Momentum peringatan tahun baru Islam (hijriyah) menjadi saat tepat bagi generasi milenial untuk melakukan refleksi. Meski mayoritas mereka masih asing dengan istilah hijriyah dalam memulai kalender. Dalam benak mereka, rata-rata terpendam memori hanya meniup terompet menjelang tanggal 1 Januari.
Makna Substantif
Kalender hijriyah, yang digunakan dalam sistem periodik Islam, merupakan sistem penghitungan waktu dalam satu tahun. Penetapan ini berdasarkan peristiwa kepindahan (hijrah) Nabi Muhammad Saw dari kota Mekkah ke Yatsrib. Keputusan ini terpaksa diambil karena eksistensi komunitas Islam di Mekkah sangat diintimidasi kaum kafir Quraisy.
Keberadaan kalender hijriyah sama dengan kalender Masehi. Memiliki 12 bulan dengan jumlah 354 hari dalam satu tahun. Setiap pekan juga terdiri tujuh hari. Hanya saja pergantian hari dimulai saat matahari terbenam menjelang Maghrib. Berbeda dengan kalender Masehi yang dimulai tengah malam.
Peristiwa hijrah sendiri, di samping perintah Allah Swt langsung kepada Nabi Saw, merupakan strategi dakwah. Ini mengingat kondisi masyarakat kota Mekkah yang belum bisa menerima Islam.
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat NU 20 Juni 2025 dengan Tema Menyambut Tahun Baru Hijriyah 1447 H
Berbagai kekhawatiran dan kecurigaan para penduduk Mekkah kemungkinan tergesernya status sosial mereka menjadikan intensitas penolakan mereka kepada pemeluk Islam terus meningkat. Gerakan ini tidak main-main dalam mengancam nyawa Nabi Saw. Bahkan dipimpin langsung oleh Abu Lahab dan Abu Jahal, kedua paman Nabi Saw sendiri.
Secara sosial, Mekkah masih didominasi suku Quraisy yang memang menolak kehadiran Islam. Ini berbeda dengan Yatsrib yang struktur sosialnya dibangun dari multietnis dan multiagama. Setelah Nabi Saw hijrah ke sana, nama Yatsrib diubah menjadi Madinah.
Peristiwa hijrah mengajarkan kepada umat Islam untuk tidak mengenal lelah dalam berusaha. Terutama dalam konteks sekarang untuk meninggalkan hal-hal yang dilarang Islam. Kemudian secara totalitas (kaffah) mengikuti ajaran agama di dalamnya.
Usaha pantang menyerah, berani mengambil resiko, optimis, peka realita sosial dan pengelolaan konflik sudah ditunjukkan Nabi Saw dalam peristiwa hijrah. Tidak heran jika akhir usaha itu berujung kepada persatuan penduduk melalui Piagam Madinah, meski banyak beda dari segi suku dan agama. Bahkan kota Mekkah pun akhirnya mampu ditata kembali bagi penyebaran Islam melalui peristiwa Fathu Makkah.
Tantangan Milenial
Generasi milenial dalam tulisan ini merujuk mereka yang lahir mulai tahun 1981. Sehingga di dalamnya termasuk Gen Z yang mulai lahir di tahun 1997-2012 dan Gen Alpha yang lahir setelah Gen Z.
Artikel Terkait
10 Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1446 H, Ungkapan Penuh Arti dan Makna untuk 1 Muharram
7 Peristiwa Penting Bersejarah pada 10 Muharram, Ada Nabi Ibrahim yang Selamat dari Api Raja Namrud
5 Keutamaan Puasa Asyura dan Tasua Tanggal 9 Sampai 10 Muharram: Ada Pahala Setara 10 Ribu Malaikat