Citra Putri Sari, M.Pd.*
SketsaNusantara.id - Kekerasan seksual seolah telah menjadi kasus yang selalu ada pada wajah media akhir-akhir ini. Tidak dapat dipungkiri, bahwa kasus kekerasan seksual ini selalu terjadi perlonjakan dari tahun ke tahun. Hal tersebut dapat kita lihat pada berbagai lembaga survey, seperti halnya pada data SIMFONI-PPA. Tidak hanya dari sisi kenaikan jumlah kasus, kasus kekerasan seksual ini juga menempati kasus kekerasan tertinggi dari tahun ke tahun, melebihi kasus kekerasan fisik dan psikis.
Fakta lebih mencengangkan, bahwa kasus kekerasan seksual ini telah banyak merambah pada Lembaga Pendidikan dan anak-anak di bawah umur. Tidak hanya sekedar menjadi korban, beberapa kasus mengindikasikan bahwa anak-anak juga berperan sebagai pelaku kekerasan seksual. Jika telah sampai pada kondisi semacam ini, lantas bagaimanakah peran Pendidikan, terlebih Pendidikan Islam?
Peran Pendidikan dalam Kasus Kekerasan Seksual
Pendidikan tidak seharusnya menutup mata atas realita sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Banyak aksi yang bisa digalakkan sebagai langkah preventif, seperti halnya Edukasi Seksual. Hanya saja, masyarakat kita masih sedikit merasa tabu jika bahasan seksual disajikan kepada anak-anak. Banyaknya fikiran-fikiran negatif yang berasal dari bahasa “seksual” sering menjadikan edukasi ini disalahartikan.
Menurut Lynda Measor, edukasi seksual memiliki kaitan yang kuat dengan teori perkembangan fisik, pertumbuhan dan perubahannya. Untuk itu, yang perlu diperhatikan adalah bahwa edukasi seksual merupakan sebuah bentuk langkah pendidikan untuk memperkenalkan anak-anak terkait hakikat tubuh mereka, seperti halnya apa hak dan kewajiban tubuh, kemudian siapa sajakah yang diberikan izin untuk menyentuhnya, dan lain sebagainya.
Prosedur Penyampaian Edukasi Seksual
Bagaimanakah memulai edukasi seksual pada anak? Memberikan pemahan seksual pada anak tentu tak dapat dipisahkan dengan internalisasi pemahaman fundamental Pendidikan Islam. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa Islam memberikan aturan-aturan ketat terkait adab dalam pergaulan dengan lawan jenis. Selain itu, Islam memberikan himbauan secara keras agar umat manusia tidak sampai pada perilaku-perilaku yang dapat menimbulkan tindakan zina. Sedangkan menjelaskan edukasi seksual pada anak tentu menjadi suatu keharusan melalui penjelasan fundamental terkait adab pergaulan.
Menginternalisasi Pendidikan Islam dalam Edukasi seksual dapat dimulai dengan memperkenalkan anak-anak terkait tubuh mereka. Anak-anak harus mengetahui secara pasti tentang hak tubuh dan kewajiban seseorang terhadap tubuh mereka yang harus dipenuhi. Hak-hak tersebut seperti halnya hak untuk ditutup secara rapat sebagaimana konsep aurat yang diatur dalam Islam.
Selain hak untuk ditutup, hak tubuh yang lain juga tidak untuk dieksploitasi baik dalam media maupun dalam realita. Selain itu anak juga perlu difahamkan, bahwa yang berhak atas tubuh kita adalah diri kita sendiri dan tidak ada satu orangpun yang memiliki hak untuk memaksa kita. Anak-anak memiliki hak utuh untuk berkata “tidak” dan melakukan tindakan penolakan jika ada pihak yang memaksa.
Kemudian kewajiban seseorang terhadap tubuhnya yaitu menutup dengan baik setiap aurat yang dimilikinya sebagaimana batasan dalam Islam. Kewajiban yang lain juga meliputi kewajiban untuk merawat, menjaga dan melindungi dengan sepenuh hati. Kewajiban merawat seperti halnya perawatan tubuh yang berhubungan dengan kesehatan setiap anggota tubuh seseorang.
Selanjutnya kewajiban perlindungan yaitu meliputi kewajiban anak-anak untuk menjaga setiap auratnya. Mereka perlu difahamkan betul tentang dosa-dosa yang akan diterima jika mereka mengumbar aurat mereka, terlebih kepada lawan jenis. Perlindungan ini tidak hanya pada taraf ketika anak tidak suka, bahkan ketika anak suka terhadap seseorang mereka tetap perlu melakukan perlindungan terhadap aurat mereka.
Artikel Terkait
Jalankan Instruksi, Kacabdindik Bondowoso Pastikan Tak Ada Lagi Lembaga Pendidikan Tahan Ijazah
Dukung Atlet Jember, Pemkab Jember Tingkatan Reward Hingga Berikan Jaminan Beasiswa Pendidikan
Tantangan Deep Learning dalam Pembelajaran Agama Islam