Bagi sebagian warga, jalur ini hanya tinggal cerita dari orang tua mereka. Namun bagi sejarawan dan pegiat warisan budaya, ini adalah bagian penting dari narasi Jember yang tak boleh hilang begitu saja.
"Melestarikan cerita jalur kereta Rambipuji-Puger bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga menggali identitas lokal yang pernah berperan penting dalam roda ekonomi masa penjajahan," tegas Hakim.
Mungkinkah suatu hari, jalur ini bisa hidup kembali sebagai wisata sejarah atau transportasi alternatif?***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Intip 5 Fakta Unik Kampung Madura Kristen di Jember: Full Toleransi dan Jemaat GKJW Berbahasa Daerah Bukan Jawa
Ada Batu Ular di Jember? Mengupas Legenda Hewan Buas Raksasa yang Suka Memangsa Kekayaan Laut, Kini Menjadi Sebuah Objek Wisata Paling Nyentrik
Jember Bisa Kaya Mendadak? Intip Investasi Terbesar di Wilayah Itu, Punya Barang Berkilau yang Harganya Gak Main-Main
Potret Kampung Terpencil di Jember Jaraknya 11,5 Km dari Pusat Kota, Dulu Kebun Cokelat Kini Dikelilingi Tebu
Sederhana Namun Legendaris! Inilah Pasar Tradisional Pinggir Laut di Selatan Kecamatan Ambulu, Jember
Pondok Pesantren Tertua di Jember? 5 Fakta Sejarah Ponpes Salafiyyah: Berdiri Sejak Tahun 1930-an hingga Mau Diserang PKI