Minggu, 19 Juli 2026

Apem dan Megengan, Tradisi Islami Jelang Ramadhan

Photo Author
Tim Redaksi Sketsa Nusantara, Sketsa Nusantara
- Kamis, 27 Februari 2025 | 12:58 WIB
Mukani. (Dok. SketsaNusantara.id)
Mukani. (Dok. SketsaNusantara.id)

Berbagai tradisi Islam Nusantara melalui term Al-Jawwi (Jawwah Community) ini juga menyebar di berbagai wilayah di Asia Tenggara. Menurut Prof Ayang Utriza Yakin, dosen Université Catholique de Louvain Belgia (2022), bangsa kolonial kemudian melakukan pengkaburan sejarah. Istilah Kejawen salah satu korbannya. Term ini lalu dikonotasikan dengan salah, sesat dan tidak ada gunanya. Namun sebenarnya mereka itu santri banget dan banyak pengetahuan lokal yang ditulis.

Contoh lain, menurut Zainul Milal Bizawie (2022), adalah KH. M. Ma’shum Ali pendiri Pesantren Seblak Jombang yang menulis kitab al-Amtsilah al-Tashrifiyah. Melalui kitab kecil ini, penulis mampu menjabarkan ilmu shorof secara luar biasa. Bahkan tidak hanya menunjukkan adanya inovasi, namun juga budaya argumentatif.
Apa yang dilakukan melalui kitab al-Amtsilah al-Tashrifiyah ini menunjukkan bahwa adanya dialektika antara budaya Islam yang datang dengan budaya lokal. Sehingga Islam mampu bertahan dengan baik hingga sekarang ini di Indonesia.

Bangsa ini harus terus melestarikan berbagai tradisi luhur nenek moyang. Banyak sisi positif akan diperoleh dari tradisi itu jika mampu diakulturasikan dengan nilai agama tertentu. Semua lapisan masyarakat bertugas untuk menjaga eksistensinya.

Megengan adalah salah satunya. Tradisi luhur yang kemudian diisi dengan ajaran Islam dalam mendoakan arwah para leluhur. Terutama dalam menyambut bulan suci umat Islam bernama Ramadhan.***

* Dosen STAI Darussalam Krempyang Nganjuk dan alumni Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak Jombang

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Biarkan Kota Santri Kehilangan Jati Diri

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:40 WIB

Sistem Keulamaan dan Ahwa Permanen dalam NU

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB
X