Bertepatan dengan kelahiran Sunan Giri, di Kerajaan Blambangan tengah terjadi wabah yang cukup besar.
Raja Blambangan menduga bahwa datangnya wabah penyakit yang melanda wilayahnya itu ada hubungannya dengan bayi laki-laki (Sunan Giri) yang lahir.
Segera, Raja Blambangan meletakkan putra Maulana Ishak ke dalam sebuah peti dan menghanyutkannya ke tengah laut.
Ada sedikit perbedaan dengan Nabi Musa as saat masih bayi dihanyutkan ke Sungai Nil, sedangkan Sunan Giri dihanyutkan ke laut.
Bayi Sunan Giri yang berada di dalam peti itu pun akhirnya tersangkut di sebuah kapal.
Dikisahkan bahwa pemilik kapal yang tak sengaja bertemu bayi Sunan Giri itu adalah Nyai Pinatih yang berlayar menuju ke wilayah Bali.***
Artikel Terkait
Di Mana Wilayah Dakwah Sunan Ampel? Dijuluki Wali Songo Paling Kreatif dan Up To Date dalam Sebarkan Ajaran Islam
Karomah Sunan Drajat, Sosok Wali Songo yang Dikenal dengan Pendekatan Dakwah yang Humanis
Jadi Kesukaan Sunan Muria, Intip Kuliner Khas Kudus yang Muncul 1 Tahun Sekali, Wali Songo Ini Doyan Makan Sehat?
Wasiat Sunan Gunung Jati yang Populer dan Dibumikan Masyarakat Cirebon, Tokoh Wali Songo Ini Titip 2 Hal
Gelar Ulama atau Kyai Tidak Bisa Sembarangan, Harus Punya Silsilah Keturunan dari Wali Songo atau Nabi Muhammad SAW?
Kisah Punden Gembul yang Sakral dan Ramai Peziarah, Konon Jadi Tempat Berkumpul Wali Songo Sebelum Syiar Islam di Tanah Jawa
4 Kuliner Legendaris Bernama Unik Warisan Wali Songo yang Masih Eksis, Ada Favorit Sunan Kudus hingga Sunan Kalijaga
Karomah Sunan Drajat yang Menakjubkan, Sosok Wali Songo yang Utamakan Pendidikan Akhlak
Keistimewaan Gua Akbar, Destinasi Wisata Unggulan Tuban yang Punya Peranan Penting dalam Syiar Islam Wali Songo di Pulau Jawa
Dibuat untuk Meracuni Wali Songo? Inilah Docang Makanan Khas Kota Cirebon yang Jadi Warisan Budaya