7) Menehono teken marang wong kang wuto. Menehono mangan marang wong kang luwe.
Menehono busana marang wong kang wuda. Menehono pangiyup marang wong kang kaudanan
Artinya:
Berikan tongkat kepada orang buta. Berikan makan kepada orang yang lapar.
Berikan pakaian kepada orang yang tak memiliki pakaian. Berikan tempat berteduh kepada orang yang kehujanan).
Hasil dari Pepali Pitu atau dasar ajaran dakwah Sunan Drajat, sampai saat ini ada benda-benda peninggalan Raden Qasim yang masih terjaga.
Benda peninggalan tersebut lah yang menjadi media penyebaran agama Islam di era Wali Songo.
Baca Juga: Gentong Kehidupan Peninggalan Sunan Muria, Jadi Jujukan Masyarakat, Berkhasiat Ampuh
3 benda peninggalan putra sulung Sunan Ampel ini yang ada di Museum Sunan Drajat yaitu Gamelan Singo Mengkok, Naskah Lontar, dan Batik Drajat.***
Artikel Terkait
Jejak Sunan Kalijaga dalam Tarian Sakral Pusaka Mataram Islam, Kisah Cinta Kanjeng Ratu Kidul dan Panembahan Senopati
Karomah Sunan Gunung Jati Lenyapkan Tumor Tanpa Operasi atau Alat Medis, Gara-Gara Melihat Ini di Malam Lailatul Qadar
Makna Saka Tatal, Tiang Penyangga Masjid Agung Demak Buatan Sunan Kalijaga, Terbuat dari Kayu Jati Hutan Majapahit?
Bukan Asli Tanah Jawa, Terungkap Tempat Lahir Sunan Ampel Wali Songo, Ternyata Bukan Dari Indonesia?
Cucu dan Ponakan Raja? Terbongkar Status Asli Sunan Ampel Sebelum Mengabdi Jadi Bagian Wali Songo di Surabaya
Bongkar Sosok Tukang Sapu Santri Terbaik Sunan Ampel, Punya Karomah Paling Unik, Terbukti dari 9 Makam Misterius
Candi Ampel Tulungagung Peninggalan Kerajaan Majapahit, Apakah Ada Kaitannya dengan Sunan Ampel Wali Songo?!
Sunan Gunung Jati Nikahi Putri Kaisar Tiongkok karena Tebak Kehamilan, Karomah Wali Songo Ini Cikal Bakal Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa
Kilas Balik Kuliner Khas Gresik, Punya Kaitan Dengan Sunan Giri Wali Songo? Jadi Kudapan Dengan Harga Merakyat
Melirik Kuliner Legendaris Favorit Sunan Kalijaga Wali Songo! Caos Dahar Khas Demak Punya Filosofi di Luar Nalar