Minggu, 19 Juli 2026

Candi Ampel Tulungagung Peninggalan Kerajaan Majapahit, Apakah Ada Kaitannya dengan Sunan Ampel Wali Songo?!

Photo Author
Gogot Cahyo Baskoro, Sketsa Nusantara
- Rabu, 3 Juli 2024 | 16:25 WIB
Candi Ampel di Tulungagung yang memunculkan spekulasi berkaitan dengan Sunan Ampel karena memiliki kesamaan nama. (BPCP Jatim)
Candi Ampel di Tulungagung yang memunculkan spekulasi berkaitan dengan Sunan Ampel karena memiliki kesamaan nama. (BPCP Jatim)

SketsaNusantara.id- Berbagai candi yang menjadi bukti sejarah kejayaan Kerajaan Majapahit, dengan mudah kita temukan sampai sekarang.

Salah satunya adalah Candi Ampel yang berlokasi di Dusun Ngampel, Desa Joho Kecamatan kalidawir Kabupaten Tulungagung ini.

Karena memiliki kesamaan nama, akhirnya muncul pertanyaan, apakah Candi Ngampel berkaitan dengan salah satu Wali Songo, Sunan Ampel?!

Baca Juga: 6 Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit yang Masih Kokoh Berdiri Hingga Saat Ini, Cocok Banget Buat Destinasi Wisata Kamu, Yuk Kunjungi!

Kondisi Candi Ampel

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman BPCP Jatim,Candi Amel konon dulunya digunakan untuk lokasi pemujaan oleh masyarakat.

Candi Ampel memiliki luas lahan sekitar 690 m², yang dibangun pada era klasik Majapahit atau  awal abad XV Masehi.

Dilihat dari fisiknya, candi yang terbuat dari bata dan batu andesit ini merupakan candi tunggal. Jadi bukan kompleks percandian.

Baca Juga: Hingga Tertulis di Relief Candi dan Kitab Kuno, Inilah 8 Makanan Nusantara yang Digemari Sejak Zaman Kerajaan

Belum diketahui nama asli dari candi ini hingga sekarang karena keterbatasan catatan sejarah yang ada.

Namun, penduduk setempat menyebut candi ini sebagai Candi Ngampel. Penyebabnya karena berada di Dukuh Ngampel.

Sayangnya, kondisi candi cukup memprihatinkan. Hanya tinggal bagian dasar dengan keadaan sudah runtuh dan sudah hancur tidak beraturan.

Baca Juga: Berjarak 150 Km dari Kota Surabaya, Kemegahan Candi di Jawa Timur Ini Sampai Bikin Thomas Raffles Terpesona! Apa Keistimewaannya?

Demikian juga dengan bentuk keseluruhan yang menjadi denah candi. Jelas sudah tidak bisa dikenali lagi.

Halaman:

Editor: Gogot Cahyo Baskoro

Sumber: BPCP Jatim

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X