Masyarakat Jawa juga meyakini bahwa malam 1 Suro adalah saat para leluhur berkunjung ke rumah-rumah keluarga mereka yang masih hidup.
Sehingga berdiam diri di rumah dianggap sebagai bentuk penghormatan.
Selain larangan-larangan tersebut, terdapat pula pamali-pamali yang harus dihindari agar hidup selalu lancar dan jauh dari kesialan.
Di antaranya adalah larangan bangun tidur terlalu siang, menggetukkan ujung rokok, menggigit bibir, menyapu malam hari, makan sebelum orang tua, membuang-buang nasi, memakai baju sambil berjalan, dan berteriak-teriak di tempat-tempat terpencil.
Bagi sebagian orang larangan-larangan ini mungkin terdengar tak lazim.
Namun bagi masyarakat Jawa, menjunjung tinggi tradisi nenek moyang merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka.
Dengan memahami dan menghormati larangan-larangan dan pamali-pamali ini, diharapkan mereka dapat menjaga harmoni dengan alam dan lingkungan sekitarnya.***
Artikel Terkait
Kenapa Awal Tahun Jawa dan Islam Sama? Sejarah Bulan Suro yang Dianggap Keramat Masyarakat Jawa dan Muharram di Kalender Hijriah
Legendaris Sampai Sekarang, Santapan Kesukaan Wali Songo! Kuliner Ini Gak Pernah Skip Untuk Malam 1 Suro
Pelaksanaannya Bersamaan, Ternyata Inilah Alasan Sultan Agung Satukan Perayaan 1 Suro dan Muharram untuk Masyarakat Jawa
Kapan Malam 1 Suro 2024? Ini Jadwal Pergantian Tahun Baru dalam Kalender Jawa Sebagai Momen Sambut Tahun Baru Islam
5 Fakta Kirab 1 Suro Keraton Kasunanan Surakarta: Jumlah dan Jenis Hewan, Pusaka, Waktu, Rute, hingga Ritual yang Dilakukan
Anak-anak Boleh Ikut, 5 Tradisi Malam 1 Suro di Berbagai Daerah di Pulau Jawa, Mulai Jamasan Pusaka Hingga Pawai Obor