SketsaNusantara.id – Tanggal 1 Suro dalam penanggalan Jawa dan 1 Muharram dalam penanggalan Islam memiliki waktu yang bersamaan.
Namun meski bersamaan, ada dua perspektif dan juga dua cara berbeda dalam merayakannya, namun disatukan oleh satu makanan bernama jenang suro atau bubur Suro.
Dalam perspektif Jawa, malam 1 Suro diartikan sebagai malam pergesekan antara manusia dengan mahluk gaib atau astral.
Jika ditelisik dari unsur budaya, secara etimologi dan metafisik khususnya di tanah Jawa maka malam 1 Suro diartikan sebagai malam puncak aktivitas mahluk gaib di tanah Jawa.
Untuk itu dalam kepercayaan jawa, ada beberapa adat kebiasaan yang tak boleh dilanggar pada malam 1 Suro ini.
Misal, tak bepergian atau keluar rumah atau beberapa weton yang dianggap sakral dengan sebutan weton tulang wangi untuk waspada karena saat itu kepekaannya pada mahluk astral akan semakin menajam.
Hal itu disebabkan pada malam itu gerbang gaib sedang terbuka sehingga makhluk-makhluk astral bisa dengan bebas menjumpai manusia.
Untuk itu dalam tradisi Jawa ada beberapa kegiatan yang dilakukan menyambut malam 1 Suro ini, antara lain kegiatan mubeng Beteng (memutari benteng) di Keraton Yogyakarta, memandikan benda-benda pusaka keraton hingga topo bisu.
Dan tentu saja, membuat jenang suro atau bubur suro yang disajikan dengan lauk berupa opor ayam dan sambal goreng serta tujuh jenis kacang mulai dari kacang tanah, kacang mede, kacang merah dan jenis kacang lainnya yang nantinya akan dibagikan kepada para tetangga.
Sedangkan dalam perspektif Islam, malam 1 Suro disebut sebagai 1 Muharram yang merupakan tahun baru Islam dalam kalender Hijriyah.
Dalam Islam, 1 suro atau 1 Muharram merupakan awal bulan yang memiliki banyak keutamaan dan kaitan erat dengan sejarah umat Islam terkait beberapa peristiwa besar.
Satu peristiwa yang kemudian menjadi sejarah keberadaan bubur suro adalah peristiwa selamatnya bahtera Nabi Nuh dari banjir bandang.
Artikel Terkait
Kenapa Awal Tahun Jawa dan Islam Sama? Sejarah Bulan Suro yang Dianggap Keramat Masyarakat Jawa dan Muharram di Kalender Hijriah
Legendaris Sampai Sekarang, Santapan Kesukaan Wali Songo! Kuliner Ini Gak Pernah Skip Untuk Malam 1 Suro
Pelaksanaannya Bersamaan, Ternyata Inilah Alasan Sultan Agung Satukan Perayaan 1 Suro dan Muharram untuk Masyarakat Jawa
Rangkaian 1 Suro, Mengulik Tradisi Untuk Mengenang Sunan Kudus Wali Songo, Ini yang Dilakukan Ketika Masuk 10 Muharram
5 Fakta Menarik Kebo Bule Kyai Slamet Kesayangan Pakubuwono II yang Ikut Kirab 1 Suro Keraton Surakarta, Kerbau Keramat?
Kapan Malam 1 Suro 2024? Ini Jadwal Pergantian Tahun Baru dalam Kalender Jawa Sebagai Momen Sambut Tahun Baru Islam