Kamis, 4 Juni 2026

Inilah Konsep Dakwah Islam Masa Wali Songo: 8 Tugas dalam Mengubah Sistem Sosial Budaya di Jawa, Manusia Keramat Nusantara?

Photo Author
Erik Kusmiati, Sketsa Nusantara
- Kamis, 27 Juni 2024 | 21:45 WIB
Wali Songo di Jawa Nusantara sebagai manusia keramat. (Buku Atlas Wali Songo karya Agus Sunyoto)
Wali Songo di Jawa Nusantara sebagai manusia keramat. (Buku Atlas Wali Songo karya Agus Sunyoto)

Baca Juga: Kisah Sunan Ampel: Mengulik Asal Usul Kedatangan dan Gerakan Dakwah Kreatif dalam Sejarah Perkembangan Islam Nusantara, Bapak Para Wali?

Keberadaan Wali Songo di satu sisi berkaitan erat dengan kedatangan muslim asal Champa yang ditandai kemunculan dari tokoh Sunan Ampel yang merupakan sesepuh dari Wali Songo.

Di sisi lain berkaitan juga dengan proses menguatnya kembali unsur-unsur budaya asli nusantara dari zaman prasejarah dengan unsur budaya asli Nusantara.

Unsur budaya asli zaman prasejarah di Nusantara adalah pemujaan terhadap arwah leluhur dalam bentuk Punden, ruh penjaga, mata air, air terjun, pohon beringin, batu, panji-panji, pemujaan serta penyembahan kepada Sanghyang di lubang.

Asimilasi dan Sinkretisasi antara Islam yang dibawa oleh penyebar Islam asal Champa dengan ajaran agama asli Nusantara terjadi secara masif.

Terutama di kalangan petani di pedesaan yang nyaris lebih mengenal pemujaan terhadap menhir sebagi lambang pelindung desanya daripada pemujaan terhadap dewa-dewa Hindu dan Budha.

Baca Juga: Peninggalan Sunan Kalijaga: Wayang Kulit Sebagai Warisan Budaya Keilmuan Abadi dan Kisah Seorang Wali yang Pernah Jadi Perampok

Dasar dan pokok kebudayaan Indonesia zaman madya adalah kebudayaan purba tetapi telah diislamkan yang disebut sebagai penganut kepercayaan animisme dan dinamisme.

Yaitu kebudayaan yang lahir dari kepercayaan masyarakat terhadap benda-benda yang dianggap memiliki daya sakti dan kepercayaan terhadap arwah leluhur.

Proses Islamisasi kebudayaan purba adalah bukti berlangsungnya asimilasi sosial kultural religius yang telah dilakukan para penyebar Islam generasi Wali Songo.

Sejarah mencatat pada rentang waktu antara 1446 sampai 1471 Masehi sebagian besar penduduk Champa yang beragama Islam berbondong-bondong mengungsi ke Nusantara.

Tepat pada rentang waktu tersebut, berurutan dengan terjadinya proses Islamisasi secara besar-besaran di Nusantara yang dikenal sebagai zaman awal Walisongo.

Gerakan dakwah Islam Wali Songo menunjukkan pada usaha-usaha penyampaian dakwah Islam melalui cara-cara damai.

Yaitu metode penyampaian ajaran Islam melalui cara dan tutur bahasa yang baik yang dikemas oleh para ulama sebagai ajaran yang sederhana dan dikaitkan dengan pemahaman masyarakat sesuai adat kebudayaan dan kepercayaan penduduk lewat proses asimilasi dan sinkretisasi.

Baca Juga: Peninggalan Sunan Kalijaga: Wayang Kulit Sebagai Warisan Budaya Keilmuan Abadi dan Kisah Seorang Wali yang Pernah Jadi Perampok

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Buku Atlas Wali Songo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X