Keberadaan Wali Songo di satu sisi berkaitan erat dengan kedatangan muslim asal Champa yang ditandai kemunculan dari tokoh Sunan Ampel yang merupakan sesepuh dari Wali Songo.
Di sisi lain berkaitan juga dengan proses menguatnya kembali unsur-unsur budaya asli nusantara dari zaman prasejarah dengan unsur budaya asli Nusantara.
Unsur budaya asli zaman prasejarah di Nusantara adalah pemujaan terhadap arwah leluhur dalam bentuk Punden, ruh penjaga, mata air, air terjun, pohon beringin, batu, panji-panji, pemujaan serta penyembahan kepada Sanghyang di lubang.
Asimilasi dan Sinkretisasi antara Islam yang dibawa oleh penyebar Islam asal Champa dengan ajaran agama asli Nusantara terjadi secara masif.
Terutama di kalangan petani di pedesaan yang nyaris lebih mengenal pemujaan terhadap menhir sebagi lambang pelindung desanya daripada pemujaan terhadap dewa-dewa Hindu dan Budha.
Dasar dan pokok kebudayaan Indonesia zaman madya adalah kebudayaan purba tetapi telah diislamkan yang disebut sebagai penganut kepercayaan animisme dan dinamisme.
Yaitu kebudayaan yang lahir dari kepercayaan masyarakat terhadap benda-benda yang dianggap memiliki daya sakti dan kepercayaan terhadap arwah leluhur.
Proses Islamisasi kebudayaan purba adalah bukti berlangsungnya asimilasi sosial kultural religius yang telah dilakukan para penyebar Islam generasi Wali Songo.
Sejarah mencatat pada rentang waktu antara 1446 sampai 1471 Masehi sebagian besar penduduk Champa yang beragama Islam berbondong-bondong mengungsi ke Nusantara.
Tepat pada rentang waktu tersebut, berurutan dengan terjadinya proses Islamisasi secara besar-besaran di Nusantara yang dikenal sebagai zaman awal Walisongo.
Gerakan dakwah Islam Wali Songo menunjukkan pada usaha-usaha penyampaian dakwah Islam melalui cara-cara damai.
Yaitu metode penyampaian ajaran Islam melalui cara dan tutur bahasa yang baik yang dikemas oleh para ulama sebagai ajaran yang sederhana dan dikaitkan dengan pemahaman masyarakat sesuai adat kebudayaan dan kepercayaan penduduk lewat proses asimilasi dan sinkretisasi.
Artikel Terkait
Keistimewaan Mampu Mengelola Konflik Tanpa Ada Pertumpahan Darah, Gus Baha Sebutkan Karomah Wali yang Dimiliki Gus Dur
Wali Songo Bahkan Angkat Tangan Tak Mampu Islamkan Ponorogo, Tapi Tokoh Ini Mampu Taklukkan Lewat Jalur Seni
Aneh Tapi Benar-benar Terbukti, Inilah 4 Karomah Gus Dur yang Dianggap Gila, Sebagai Real Wali?
Baru Diusung Gerinda Jadi Wali Kota Tangeran Selatan, Marshel Widianto Sesumbar Siap Atasi Macet Ciputat
Bikin Heran! Borok Marshel Widianto Dikuliti Desta, Attitude Calon Wali Kota Tangsel 2024 Kembali Dipertaruhkan
Hengky Kuniawan Maju Jadi Calon Wali Kota Blitar, Begini Rekam Jejak Mantan Artis yang Pernah Memimpin Bandung Barat
Kisah Wali Songo: Gelar Nama Sunan Kalijaga Bukan karena Bertapa Menjaga Sungai di Tanah Jawa, Ada Makna Lain...