Minggu, 19 Juli 2026

Kisah Wali Songo: Gelar Nama Sunan Kalijaga Bukan karena Bertapa Menjaga Sungai di Tanah Jawa, Ada Makna Lain...

Photo Author
Anisa Maharani, Sketsa Nusantara
- Selasa, 25 Juni 2024 | 19:45 WIB
Ilustrasi Sunan Kalijaga . ((Tangkapan Layar/Instagram@gibs.ilustration))
Ilustrasi Sunan Kalijaga . ((Tangkapan Layar/[email protected]))

Salah satu tembang suluk yang dipercaya masyarakat sebagai karya seni Sunan Kalijaga adalah Lir-Ilir dan Gundul-Gundul Pacul.

Semua lirik tembang atau kesenian yang diajarkan berbahasa Jawa, menyesuaikan dialek masyarakat Jawa kala itu.

Kisah lain dikenal dari sosok Sunan Kalijaga yaitu cerita tentang ia yang bertapa menjaga sungai yang ada di tanah Jawa.

Baca Juga: Misteri Sunan Geseng! Murid Sunan Kalijaga Punya 7 Makam, Yogyakarta atau Jawa Timur, Mana yang Asli?

Cerita tersebut dihubungkan dengan nama Sunan Kalijaga yang berasal dari makna Bahasa Jawa jogo kali atau menjaga sungai.

Dikutip SketsaNusantara.id dari ungkapan Maulana Habib Luthfi bin Yahya dalam cuplikan YouTube Santri Bodho yang diposting pada 15 November 2022, ada makna lain dari gelar nama Sunan Kalijaga.

Gelar Kalijaga yang diberikan kepada Raden Sahid bukan karena ia bertapa menjaga sungai hingga bertahun-tahun.

"Bagaimana Kanjeng Sunan Kalijaga mendapat gelar Kalijogo, nggeh nyun sewu bukan mergo topo ning pinggir kali nganti lumuten."

Baca Juga: Tak Banyak yang Tau, Siapa Sunan Geseng? Punya Sejumlah Karomah di Luar Nalar!

"Mohon maaf bukan karena bertapa di tepi sungai sampai dipenuhi (badan) lumut," ujar Maulana Habib Luthfi bin Yahya.

Ada makna lain dari penyematan nama atau gelar Sunan Kalijaga, bukan 'kali' (sungai) 'jaga' (menjaga/bertapa).

"Kali niku maknane aliran (kali itu memiliki makna aliran)," ujar Habib Luthfi.

Maulana Habib Luthfi mengungkapkan bahwa zaman dahulu di masa Sunan Klaijaga ada banyak aliran yang dianut dan dipercaya masyarakat di tanah Jawa.

Baca Juga: Di Balik Larangan Pejabat Masuk ke Masjid Menara Kudus: Kisah Ajian Sunan Kudus di Tengah Perebutan Tahta Kesultanan Demak

"Belum tentu antar aliran itu cocok, bagaimana aliran-aliran tersebut supaya tidak terpecah belah?" ujarnya.

Halaman:

Editor: Anisa Maharani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X