SketsaNusantara.id – Pelaksanaan sholat idul Fitri merupakan puncak dari ibadah di bulan suci Ramadhan.
Sholat ini hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan) bagi setiap umat muslim baik laki-laki maupun perempuan.
Sholat idul Fitri juga merupakan bentuk rasa syukur atas kemenangan melawan hawa nafsu selama bulan puasa.
Salah satu rukun terpenting dalam sholat ini adalah niat, karena niatlah yang membedakan satu ibadah dengan ibadah lainnya.
Niat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Namun melafalkannya secara lisan hukumnya sunnah untuk memantapkan hati.
Bacaannya berbeda tergantung dari posisi individu dalam sholat berjamaah, apakah sebagai imam atau makmum.
Baca Juga: Silaturahmi atau Silaturahim? Menakar Makna dan Tradisi Idul Fitri 2026 Menurut Buya Yahya
Berikut ini adalah niat sholat Idul Fitri yang tim SketsaNusantara.id kutip dari website Kemenag.go.id.
Bagaimana bacaan niat sholat Idul Fitri? Berikut ini bacaan niat sholat Idul Fitri dalam Bahasa Arab, Latin, dan terjemahannya.
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا/مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى
Ushollii sunnata li ‘iidil fithri rok ‘atayni mustaqbilal qiblati adaa an imaaman/ma’muuman lillahi ta’aalaa
Artinya: Saya niat sholat Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala.
Artikel Terkait
Apa itu Muhasabah? Ini Arti Istilah yang Digunakan Gilang Dirga Pasca Berpulangnya Vidi Aldiano, Jadi Momen Introspeksi Diri Ingatkan pada Kematian
Wajib Tahu! Niat Bacaan Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Anak Laki-Laki dan Perempuan, Beserta Pengertiannya...
Jarang Orang Tahu! Meraih Malam Lailatul Qadar Pada 10 Malam Terakhir Ramadhan, Ini Tanda Orang yang Berhasil Mendapatkannya Kata Ustadz Abdul Somad
Niat Zakat Fitrah Lengkap untuk Diri Sendiri dan Keluarga Dalam Bahasa Arab, Indonesia hingga Terjemahannya
Mengharukan, Jemaah Meninggal saat Tarawih di Masjid Depok, Ini Tanda Husnul Khatimah Lainnya yang Jadi Jaminan Muslim Masuk Surga Ketika Wafat
Keutamaan Puasa Syawal 6 Hari Setelah Ramadhan, Bolehkah Dilakukan Tidak Berurutan?