Shalat sunah gerhana bulan juga dapat dikerjakan dengan bacaan yang lebih ringkas. Seseorang cukup membaca Surat Al-Fatihah pada setiap rakaat. Bacaan surat pendek dapat ditambahkan sesuai kemampuan.
“Kalau seseorang membatasi diri pada bacaan Surat Al-Fatihah saja, maka itu sudah memadai. Tetapi kalau seseorang membatasi diri pada bacaan surat-surat pendek setelah baca Surat Al-Fatihah, maka itu tidak masalah.”
Kesunahan shalat gerhana bulan tetap berlaku selama fenomena berlangsung. Tidak terdapat batasan jumlah rakaat menurut Madzhab Maliki. Shalat tersebut dikerjakan per dua rakaat hingga gerhana berakhir.
Tata cara ini memberikan panduan praktis bagi umat Islam. Pelaksanaan shalat gerhana bulan di rumah tetap memiliki nilai ibadah yang besar. Setiap tahapan dilakukan dengan khusyuk dan penuh kesadaran spiritual.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Apa itu Worm Blood Moon? Intip 5 Fakta Menarik Fenomena Langka Bulan Darah yang Bisa Dilihat di Indonesia saat Gerhana Bulan Total 14 Maret 2025
Apa Itu Cap Go Meh dan Bedanya dengan Imlek? Ini Arti Nama, Sejarah Panjang, dan Tradisi Khas Nusantara yang Menyertainya
Dari Panggung Hiburan, Azis Gagap Kini Fokus Ternak Kambing: yang Penting Bersyukur
Bolehkah Tidur Lagi Setelah Sahur? Begini Kata Dokter Tirta Mengenai Risikonya Bagi Tubuh
2 Gudang Pengeringan Tembakau Milik Warga di Balung, Jember Terbakar, Kerugian Ditaksir Mencapai Miliaran
Eva Manurung dan Febby Carol Spill 3 Fakta Lindi Fitriyana, Rupanya Begini Sifat Asli Istri Virgoun yang Baru