Kamis, 4 Juni 2026

Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Sendiri di Rumah, Lengkap Niat, Bacaan, dan Urutannya

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 1 Maret 2026 | 21:00 WIB
Ilustrasi tata cara sholat gerhana bulan total, Selasa 3 Maret 2026. (Pexels/Griffin Wooldridge )
Ilustrasi tata cara sholat gerhana bulan total, Selasa 3 Maret 2026. (Pexels/Griffin Wooldridge )

SketsaNusantara.id - Gerhana bulan merupakan fenomena alam yang menjadi tanda kebesaran Allah SWT.

Peristiwa ini kerap mengundang perhatian umat Islam untuk meningkatkan ibadah. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah mengerjakan shalat sunah gerhana bulan.

Shalat sunah gerhana bulan dapat dikerjakan secara sendirian di rumah. Pendapat ini dipegang oleh Madzhab Hanafi dan Madzhab Maliki. Pelaksanaannya dilakukan tanpa harus berjamaah di masjid.

Baca Juga: Unik! 7 Fenomena Antariksa Akan Menghiasi Langit Ramadhan 2026, Ada Parade Planet hingga Gerhana Bulan Total, Bisa Diamati dari Indonesia?

Dikutip dari nu.or.id, dalam literatur fikih, tata cara shalat gerhana bulan telah dijelaskan secara rinci.

Syekh Hasan Sulaiman Nuri dan Sayyid Alwi bin Abbas Al-Maliki memaparkan panduan tersebut dalam Ibanatul Ahkam Syarah Bulughul Maram.

Keduanya menegaskan pentingnya menjaga kesesuaian tata cara dengan tuntunan ulama.

Baca Juga: Bikin Merinding! Warga Jember Geger Lihat Penampakan Mirip Pocong Menjelang Gerhana Bulan, Ternyata Bukan Kejadian Mistis? Begini Faktanya

“Kalangan Hanafi mengatakan, shalat gerhana bulan itu berjumlah dua rakaat dengan satu rukuk pada setiap rakaatnya sebagai shalat sunah lain pada lazimnya, dan dikerjakan secara sendiri-sendiri. Pasalnya, gerhana bulan terjadi berkali-kali di masa Rasulullah SAW tetapi tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa Rasul mengumpulkan orang banyak, tetapi beribadah sendiri. Kalangan Maliki menganjurkan shalat sunah dua rakaat karena fenomena gerhana bulan dengan bacaan jahar (lantang) dengan sekali rukuk pada setiap kali rakaat seperti shalat sunah pada lazimnya, dikerjakan sendiri-sendiri di rumah. Shalat itu dilakukan secara berulang-ulang sampai gerhana bulan selesai, lenyap, atau terbit fajar. Kalangan Maliki menyatakan makruh shalat gerhana bulan di masjid baik berjamaah maupun secara sendiri-sendiri.”

Sebelum memulai shalat, dianjurkan untuk melafalkan niat di dalam hati. Niat shalat gerhana bulan berbunyi, “Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.” Niat tersebut bermakna melaksanakan shalat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah SWT.

Pelaksanaan shalat dimulai dengan takbiratul ihram sambil menghadirkan niat. Setelah itu, membaca ta‘awudz dan Surat Al-Fatihah. Kemudian dilanjutkan dengan membaca salah satu surat pendek Al-Qur’an secara jahar.

Rangkaian berikutnya adalah rukuk, lalu i‘tidal. Setelah itu, dilanjutkan dengan sujud pertama. Kemudian duduk di antara dua sujud sebelum melakukan sujud kedua.

Selesai sujud kedua, jamaah dianjurkan duduk sejenak. Setelah itu, bangkit untuk melaksanakan rakaat kedua. Gerakan dan bacaan rakaat kedua sama dengan rakaat pertama.

Durasi pengerjaan rakaat kedua dianjurkan lebih singkat. Setelah menyelesaikan sujud kedua pada rakaat kedua, shalat diakhiri dengan salam. Setelah salam, dianjurkan memperbanyak istighfar dan doa.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: nu.or.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X