Kamis, 4 Juni 2026

Apa Itu Cap Go Meh dan Bedanya dengan Imlek? Ini Arti Nama, Sejarah Panjang, dan Tradisi Khas Nusantara yang Menyertainya

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 28 Februari 2026 | 22:00 WIB
Ilustrasi makna Cap Go Meh di Nusantara. (Pexels/HONG SON)
Ilustrasi makna Cap Go Meh di Nusantara. (Pexels/HONG SON)

SketsaNusantara.id - Perayaan Imlek selalu identik dengan suasana hangat, doa, dan kebersamaan keluarga. Namun, rangkaian perayaan tersebut belum berakhir tanpa Cap Go Meh.

Momen ini menandai penutup perayaan Tahun Baru Imlek sekaligus puncak tradisi budaya. Cap Go Meh menyimpan makna, sejarah panjang, dan ragam tradisi unik di berbagai daerah.

Istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkien. “Cap” berarti sepuluh, “Go” lima, dan “Meh” malam. Secara harfiah, Cap Go Meh bermakna malam kelima belas.

Baca Juga: Go Public Saat Imlek 2026, Sarwendah dan Giorgio Antonio Resmi Berpacaran, Ini Pengakuan Lengkapnya

Di Tiongkok, perayaan ini dikenal sebagai Yuan Xiao Jie atau Festival Lampion. Nama lainnya adalah Shang Yuan. Festival ini menandai bulan purnama pertama di tahun baru.

Tradisi Cap Go Meh bermula pada masa Dinasti Han, sekitar 206 SM hingga 220 M. Saat itu, ritual dilakukan sebagai penghormatan kepada Dewa Thai Yi.

Upacara tersebut diyakini sebagai bentuk pemujaan terhadap dewa tertinggi. Awalnya, perayaan hanya berlangsung di lingkungan istana kekaisaran.

Baca Juga: Apa itu Yu Sheng? Mengenal Hidangan Khas Perayaan Tahun Baru Imlek yang Dinikmati Lyodra bersama Keluarga Randy Martin, Ternyata Ini Maknanya

Memasuki masa Dinasti Tang, tradisi ini berkembang menjadi perayaan rakyat. Lampion mulai dipasang di rumah dan jalanan sebagai simbol harapan.

Cahaya lampion dipercaya membawa penerangan jiwa di awal tahun baru. Sejak periode ini, Festival Lampion semakin dikenal luas.

Pertunjukan barongsai dan liong kemudian menjadi bagian penting perayaan. Atraksi tersebut melambangkan keberanian, keberuntungan, dan penolak bala.

Tradisi Cap Go Meh masuk ke Nusantara sejak abad ke-15. Kedatangan etnis Tionghoa membawa kebudayaan ini ke berbagai wilayah Indonesia.

Dalam perkembangannya, Cap Go Meh mengalami akulturasi dengan tradisi lokal. Salah satu hasilnya adalah hidangan khas Lontong Cap Go Meh.

Hidangan ini memadukan lontong dengan opor ayam, sayur lodeh, dan kuah santan. Lontong melambangkan panjang umur, sementara warna kuning kunyit melambangkan kemakmuran.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X