Kamis, 4 Juni 2026

Jadi Sorotan Media Asing, Inilah Beragam Tradisi Unik Perayaan Imlek di Indonesia, Semarak Tahun Baru China dengan Akulturasi Budaya yang Penuh Makna

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 16 Februari 2026 | 20:00 WIB
Potret Grebeg Sudiro, tradisi unik yang rutin digelar pada perayaan Imlek di Kota Solo sebagai kulturasi budaya Jawa dan Tionghoa menyambut Tahun Baru China (Instagram/grebeg_sudiro)
Potret Grebeg Sudiro, tradisi unik yang rutin digelar pada perayaan Imlek di Kota Solo sebagai kulturasi budaya Jawa dan Tionghoa menyambut Tahun Baru China (Instagram/grebeg_sudiro)

SketsaNusantara.id - Perayaan Imlek atau Tahun Baru China 2577 Kongzili memasuki Tahun Kuda Api yang jatuh pada hari Selasa, 17 Februari 2026. Hari besar ini bukan hanya momentum pergantian tahun bagi komunitas Tionghoa di Indonesia, tetapi juga menjadi simbol keberagaman budaya dan toleransi yang sarat makna.

Komunitas Tionghoa menyambut Imlek dengan penuh suka cita dengan berbagai cara. Di Indonesia, perayaan Tahun Baru China hingga puncak perayaan Cap Go Meh diramaikan dengan beragam tradisi dengan sentuhan budaya nusantara yang menambah semarak suasana.

Tradisi-tradisi tersebut tetap lestari dan dilakukan hingga kini dan bahkan menjadi daya tarik wisata yang menarik perhatian publik, termasuk media internasional.

Media Xinhua, kantor berita resmi pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), turut menyoroti sejumlah tradisi unik yang digelar saat perayaan Imlek di berbagai wilayah di Indonesia.

Baca Juga: 10 Ucapan Imlek Gong Xi Fa Cai 2026 Sederhana tapi Sarat Doa dan Harapan, Cocok untuk Status WA atau Caption IG

Mulai dari Grebeg Sudiro hingga ritual mandi menggunakan air dari tujuh sumur, berikut beragam tradisi perayaan Imlek di Indonesia yang ikut jadi sorotan media asing, dikutip SketsaNusantara.id dari laman resmi Xinhua.

1. Tradisi Grebeg Sudiro di Solo

Perayaan Imlek biasanya diwarnai dengan tradisi Grebeg Sudiro yang digelar di Kota Solo. Tradisi ini menggambarkan akulturasi budaya masyarakat Jawa yang rutin mengadakan grebeg untuk merayakan momen spesial.

Grebeg Sudiro merupakan perayaan yang menggabungkan budaya Jawa dan budaya Tionghoa di Sudiroprajan, Kota Surakarta yang dimulai sejak tahun 2007 dan tradisi ini masih dilakukan sampai sekarang.

Tradisi ini awalnya dilakukan untuk tradisi perayaan hari besar Islam seperti Maulid Nabi Muhammad, Muharram, Idul Fitri dan Idul Adha, namun kemudian berkembang menjadi perayaan rutin yang dilaksanakan menjelang Imlek.

Baca Juga: Mengenal Kue Tutun, Hidangan Ikonik Pembawa Keberuntungan di Hari Raya Imlek yang Syarat Makna Filosofis

Ciri khas Grebeg Sudiro adalah gunungan yang disusun dari ribuan kue keranjang, bakpao kukus hingga kue beras dan onde-onde.

Acara ini kemudian berlanjut dengan karnaval, pertunjukan barongsai dan gulungan yang menampilkan karya seni berupa kisah Cina dalam bentuk horizontal memanjang hingga beberapa meter.

Grebeg Sudiro menjadi salah satu keberagaman yang menunjukkan kebhinekaan. Masyarakat Tionghoa, Jawa dan etnis lainnya bergotong-royong turut serta menghias kota dengan ornamen khas imlek dalam penyelenggaraan Grebeg Sudiro yang menjadi acara tahunan di Kota Surakarta.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Xinhua, kemenpar.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X