SketsaNusantara.id - Perayaan Imlek atau Tahun Baru China 2577 Kongzili memasuki Tahun Kuda Api yang jatuh pada hari Selasa, 17 Februari 2026. Hari besar ini bukan hanya momentum pergantian tahun bagi komunitas Tionghoa di Indonesia, tetapi juga menjadi simbol keberagaman budaya dan toleransi yang sarat makna.
Komunitas Tionghoa menyambut Imlek dengan penuh suka cita dengan berbagai cara. Di Indonesia, perayaan Tahun Baru China hingga puncak perayaan Cap Go Meh diramaikan dengan beragam tradisi dengan sentuhan budaya nusantara yang menambah semarak suasana.
Tradisi-tradisi tersebut tetap lestari dan dilakukan hingga kini dan bahkan menjadi daya tarik wisata yang menarik perhatian publik, termasuk media internasional.
Media Xinhua, kantor berita resmi pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), turut menyoroti sejumlah tradisi unik yang digelar saat perayaan Imlek di berbagai wilayah di Indonesia.
Mulai dari Grebeg Sudiro hingga ritual mandi menggunakan air dari tujuh sumur, berikut beragam tradisi perayaan Imlek di Indonesia yang ikut jadi sorotan media asing, dikutip SketsaNusantara.id dari laman resmi Xinhua.
1. Tradisi Grebeg Sudiro di Solo
Perayaan Imlek biasanya diwarnai dengan tradisi Grebeg Sudiro yang digelar di Kota Solo. Tradisi ini menggambarkan akulturasi budaya masyarakat Jawa yang rutin mengadakan grebeg untuk merayakan momen spesial.
Grebeg Sudiro merupakan perayaan yang menggabungkan budaya Jawa dan budaya Tionghoa di Sudiroprajan, Kota Surakarta yang dimulai sejak tahun 2007 dan tradisi ini masih dilakukan sampai sekarang.
Tradisi ini awalnya dilakukan untuk tradisi perayaan hari besar Islam seperti Maulid Nabi Muhammad, Muharram, Idul Fitri dan Idul Adha, namun kemudian berkembang menjadi perayaan rutin yang dilaksanakan menjelang Imlek.
Ciri khas Grebeg Sudiro adalah gunungan yang disusun dari ribuan kue keranjang, bakpao kukus hingga kue beras dan onde-onde.
Acara ini kemudian berlanjut dengan karnaval, pertunjukan barongsai dan gulungan yang menampilkan karya seni berupa kisah Cina dalam bentuk horizontal memanjang hingga beberapa meter.
Grebeg Sudiro menjadi salah satu keberagaman yang menunjukkan kebhinekaan. Masyarakat Tionghoa, Jawa dan etnis lainnya bergotong-royong turut serta menghias kota dengan ornamen khas imlek dalam penyelenggaraan Grebeg Sudiro yang menjadi acara tahunan di Kota Surakarta.
Artikel Terkait
Siapa Bong Swi Hoo? Wali Asal Tionghoa yang Turut Menyebarkan Agama Islam, Benarkah Sunan Ampel?
Cuma Ada di Indonesia, Asal Mula Lontong Cap Go Meh, Makanan Akulturasi Budaya Tionghoa dan Jawa, Apa Saja Isinya?
Intip Kilas Balik Sejarah Masuknya Orang Tionghoa di Jember, Ternyata Sudah Ratusan Tahun?
Pacul Ternyata dari Cina? Menguak Asal Usul Alat Pertanian Cangkul sebagai Jejak Akulturasi Budaya Tionghoa di Indonesia
Sejarah Demo Hari Buruh di Indonesia, Digelar Serikat Pekerja Tionghoa hingga Jadi Aksi Unjuk Rasa 1 Mei Pertama di Asia
Siapa Djiaw Kie Song? Kisah Petani Tionghoa Rengasdengklok yang Rumahnya Jadi Saksi Proklamasi 1945