“Siapa yang tidak bisa meninggalkan ucapan Zur, dan mengamalkan Zur, maka Allah tidak butuh amalnya berupa meninggalkan makan dan minumnya (puasa).” (HR. Ahmad, Bukhari, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah).
Hadis tersebut menegaskan bahwa menjaga lisan dan perbuatan menjadi bagian penting dari puasa. Puasa tidak hanya soal menahan lapar dan haus. Nilai ibadah juga ditentukan oleh sikap dan perilaku selama berpuasa.
Dengan demikian, kekhawatiran terhadap aktivitas yang tidak memiliki dalil pembatal puasa perlu ditempatkan secara proporsional. Pemahaman yang tepat membantu umat menjalankan ibadah dengan tenang dan berdasarkan ilmu.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Menelan Air Ludah saat Puasa: Benarkah Bisa Membatalkan Ibadah Ramadhan? Ini Penjelasan Ulama yang Jarang Dibahas Tuntas
Sikat Gigi saat Puasa Ramadhan, Bolehkah atau Makruh? Ini Penjelasan Kitab Klasik dan Hadits tentang Kebersihan Mulut Orang Berpuasa
Resep Rawon Khas Jawa Timur: Cocok Disantap Waktu Berbuka Puasa
Benarkah Tidur Orang Puasa Disebut Ibadah? Inilah Hadis-Hadis Lemah yang Masih Dipercaya Banyak Masyarakat Muslim
Niat Puasa Ramadhan Setiap Malam atau Sekali Sebulan? Cek Ketentuan Niat Menurut 4 Mazhab, Cermati Agar tak Salah