Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Nahdlatul Ulama (NU), Rasulullah SAW memberikan contoh dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Sa'id Al-Khudri RA.
Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan kepada sahabat ketika bersikukuh ingin melanjutkan puasa Syawal saat dijamu makanan.
"Saudaramu telah mengundangmu dan telah bersusah payah (menghidangkan makanan) untukmu dan kamu berkata 'saya sedang berpuasa?'. Batalkanlah puasamu dan jika kamu mau, qadha di hari lain sebagai gantinya." (HR Ad-Daruquthni dan Al-Baihaqi).
Dari hadits ini, para ulama menyimpulkan bahwa membatalkan puasa sunnah untuk menghormati tuan rumah yang telah bersusah payah menjamu tamu adalah diperbolehkan sebagai upaya menjaga silaturahmi dan perasaan tuan rumah.
Namun, para ulama juga mengatakan bahwa apabila tuan rumah tidak keberatan dengan keadaan tamunya yang sedang berpuasa, maka tidak ada keharusan untuk membatalkan puasa Syawal.
Baca Juga: Pahala Orang yang Mentraktir Buka Puasa, Ternyata Sama Besarnya dengan Ganjaran Berpuasa?
Ulama seperti Imam Nawawi menjelaskan bahwa jika tuan rumah merasa keberatan atau kurang nyaman dengan tamunya yang berpuasa, maka disunnahkan bagi tamu untuk membatalkan puasanya demi menyenangkan hati tuan rumah.
Sebaliknya, jika tuan rumah tidak mempermasalahkan, maka tamu boleh melanjutkan puasanya.
Oleh karena itu, dalam menjalankan puasa Syawal, penting bagi kita untuk mempertimbangkan situasi dan kondisi saat bersilaturahmi.
Komunikasi yang baik dengan tuan rumah mengenai keadaan kita yang sedang berpuasa dapat membantu menghindari kesalahpahaman.
Jika dirasa perlu untuk membatalkan puasa demi menghormati tuan rumah, kita dapat menggantinya di hari lain selama masih dalam bulan Syawal.
Dengan demikian, kita diperbolehkan membatalkan puasa saat silaturahmi Lebaran sebagai upaya menjaga hubungan baik dan menghormati tradisi silaturahmi yang menjadi bagian penting dari budaya Islam.
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Mencicipi Gurihnya Bubur Suro, Takjil Bulan Puasa yang Hanya Ada di Tuban, Kuliner Warisan Sunan Bonang
4 Cara Unik Wali Songo Mengajarkan Puasa Ramadhan ke Masyarakat Nusantara
Tips Ajari Anak Puasa Full di Bulan Ramadhan ala Habib Usman bin Yahya: Harus Raja Tega...
4 Amalan Wanita Haid di Malam Lailatul Qadar, Tetap Bisa Mendapat Pahala Bulan Ramadhan Walaupun Tidak Puasa dan Sholat
Hukum Sikat Gigi saat Puasa Ramadhan: Makruh atau Membatalkan? Ini Penjelasannya
Kenapa Susah BAB saat Puasa? Ini Penyebab, Risiko, dan Cara Mengatasinya secara Alami