Karena tidak ingin ada korban yang termakan modus tersebut, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) tersebut memberi peringatan.
Baca Juga: Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa
“Saya menerima laporan soal modus penipuan yang menyalahgunakan nama, foto, suara bahkan identitas saya yang direkayasa menggunakan teknologi AI,” katanya.
Sandi merasa geram karena penipuan menggunakan AI ini bisa merugikan orang banyak apalagi jika korban tidak mengerti teknologi.
“Ada saja oknum tidak bertanggung jawab yang menipu dan merugikan orang lain menggunakan AI,” lanjutnya.
Baca Juga: Kasus Joki UTBK Terbongkar di Unesa, Teknologi AI Deteksi Kemiripan Wajah hingga 95 Persen
Sandi menegaskan jika hal tersebut merupakan murni penipuan yang mengatasnamakan dirinya.
“Penipuan! Ini bukan suara saya! Kacau! Ini 100% identitas palsu yang dibuat pakai AI. Jangan sampai ada yang kena tipu, ya!” tegasnya.
Dikenal sebagai pebisnis, namun Sandi menegaskan jika dirinya tidak pernah memberi bantuan modal usaha melalui chat personal.
“Jangan percaya, ini hoax! Mereka bikin poster bantuan modal usaha, surat izin, sampai pakai nama saya buat nyari korban,” imbuhnya.
Pria yang sempat menerima penawaran untuk menjabat di badan PBB ini memperingatkan masyarakat agar tidak mudah tertipu dengan modus penipuan ini.
“Ingat, saya tidak pernah minta uang atau ngechat personal lewat nomor asing!” sambungnya.
Dalam kondisi ekonomi yang sedang tidak stabil, suami dari Nur Asia ini menyadari bahwa mencari pekerjaan yang layak sangat sulit saat ini.
“Sekarang cari kerja memang susah, lapangan kerja terbatas, dan kebutuhan hidup terus naik. Ekonomi lagi nggak stabil,” jelasnya.