Selasa, 14 Juli 2026

Tak Bisa Dimaafkan! Relawan Indonesia Ungkap Perlakuan Keji Tentara Israel saat Ditahan di Pelabuhan, Tangan Memar hingga Luka di Kepala Jadi Sorotan

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Minggu, 24 Mei 2026 | 06:23 WIB
Potret para aktivis termasuk 9 WNI yang melakukan pemeriksaan kesehatan saat tiba di Turki, pasca penahanan Israel (Instagram/chikifawzi)
Potret para aktivis termasuk 9 WNI yang melakukan pemeriksaan kesehatan saat tiba di Turki, pasca penahanan Israel (Instagram/chikifawzi)

SketsaNusantara.id – Kisah sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi relawan kemanusiaan dalam misi Global Sumud Flotilla 2026 (GSF 2.0) menuju Gaza, Palestina, masih terus menjadi perhatian publik.

Setelah resmi dibebaskan oleh militer Israel, para relawan mengungkap pengalaman pahit yang mereka alami selama masa penahanan, yang disebut penuh dengan tindakan kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi.

Seperti diketahui, pada 18 Mei 2026, angkatan laut Israel secara sepihak mencegat armada kapal-kapal sipil non-senjata GSF di perairan internasional dekat Siprus, Mediterania Timur.

Insiden tersebut menyebabkan 428 aktivis dari 40 negara ditangkap, termasuk 9 delegasi Indonesia yang terdiri dari relawan kemanusiaan dan jurnalis nasional. Para relawan sempat dibawa ke pelabuhan Israel selatan sebelum kemudian ditahan di Penjara Ktziot, gurun Negev.

Baca Juga: Update! Israel Akhirnya Bebaskan Seluruh Delegasi Global Sumud Flotilla, Menlu Pastikan Relawan WNI yang Sebelumnya Ditahan Akan Segera Dipulangkan

Menteri Keamanan Israel, Itamar Ben-Gvir, bahkan merilis video yang memperlihatkan tindakan keras terhadap para aktivis yang melawan, termasuk pemaksaan berlutut dengan tangan terikat di Pelabuhan Ashdod.

Kesaksian Relawan: Dipukul, Diintimidasi, hingga Mengalami Luka Fisik

Setelah dibebaskan, para relawan dari Indonesia mengaku bisa bernafas lega, namun tak bisa melupakan kejinya tentara Israel yang melakukan tindakan kasar pada warga sipil yang menjadi relawan dalam misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina.

Chiki Fawzi turut menyuarakan aksi kemanusiaan GSF di media sosial. Dalam unggahan di Instagramnya, putri bungsu Ikang Fawzi membagikan video rekan-rekannya yang sempat ditahan dan mendapat perlakukan kasar dari tentara Israel hingga mebgalami luka di beberapa bagian tubuh.

"Parah-parah banget perlakuan IOF (Israeli Occupation Forces) ke teman-temanku. Mereka ada yang digebukin dalam container, ditembakin senapan angin sekitarnya, dilecehkan, disetrum muluuu," tulis Chiki dalam unggahannya dikutip SketsaNusantara.id pada hari Sabtu, 23 Mei 2026.

"Sampai beberapa relawan harus dironsen karena ada beberapa luka dan tulang yang kemungkinan patah," sambungnya.

Baca Juga: Menlu Sugiono Minta Bantuan Yordania dan Turki usai 9 WNI Ditahan Israel saat Misi Kemanusiaan ke Gaza

Pengakuan Jurnalis: 'Saya Sempat Mikir Mau Mati'

Salah satu video yang santer jadi sorotan adalah pengakuan jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho, yang mengalami tindakan kekerasan fisik dari tentara Israel ketika ikut menjadi bagian dari misi kemanusiaan ke Gaza.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @chikifawzi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X