SketsaNusantara.id – Kisah sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi relawan kemanusiaan dalam misi Global Sumud Flotilla 2026 (GSF 2.0) menuju Gaza, Palestina, masih terus menjadi perhatian publik.
Setelah resmi dibebaskan oleh militer Israel, para relawan mengungkap pengalaman pahit yang mereka alami selama masa penahanan, yang disebut penuh dengan tindakan kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi.
Seperti diketahui, pada 18 Mei 2026, angkatan laut Israel secara sepihak mencegat armada kapal-kapal sipil non-senjata GSF di perairan internasional dekat Siprus, Mediterania Timur.
Insiden tersebut menyebabkan 428 aktivis dari 40 negara ditangkap, termasuk 9 delegasi Indonesia yang terdiri dari relawan kemanusiaan dan jurnalis nasional. Para relawan sempat dibawa ke pelabuhan Israel selatan sebelum kemudian ditahan di Penjara Ktziot, gurun Negev.
Menteri Keamanan Israel, Itamar Ben-Gvir, bahkan merilis video yang memperlihatkan tindakan keras terhadap para aktivis yang melawan, termasuk pemaksaan berlutut dengan tangan terikat di Pelabuhan Ashdod.
Kesaksian Relawan: Dipukul, Diintimidasi, hingga Mengalami Luka Fisik
Setelah dibebaskan, para relawan dari Indonesia mengaku bisa bernafas lega, namun tak bisa melupakan kejinya tentara Israel yang melakukan tindakan kasar pada warga sipil yang menjadi relawan dalam misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina.
Chiki Fawzi turut menyuarakan aksi kemanusiaan GSF di media sosial. Dalam unggahan di Instagramnya, putri bungsu Ikang Fawzi membagikan video rekan-rekannya yang sempat ditahan dan mendapat perlakukan kasar dari tentara Israel hingga mebgalami luka di beberapa bagian tubuh.
"Parah-parah banget perlakuan IOF (Israeli Occupation Forces) ke teman-temanku. Mereka ada yang digebukin dalam container, ditembakin senapan angin sekitarnya, dilecehkan, disetrum muluuu," tulis Chiki dalam unggahannya dikutip SketsaNusantara.id pada hari Sabtu, 23 Mei 2026.
"Sampai beberapa relawan harus dironsen karena ada beberapa luka dan tulang yang kemungkinan patah," sambungnya.
Pengakuan Jurnalis: 'Saya Sempat Mikir Mau Mati'
Salah satu video yang santer jadi sorotan adalah pengakuan jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho, yang mengalami tindakan kekerasan fisik dari tentara Israel ketika ikut menjadi bagian dari misi kemanusiaan ke Gaza.
Artikel Terkait
Konflik Timur Tengah Memanas, Beredar Kabar Adik Benjamin Netanyahu dan Menteri Keamanan Israel Tewas Terkena Serangan Rudal Iran, Begini Faktanya
Iran Mengutuk Serangan Israel yang Menewaskan Prajurit TNI di Lebanon, PBB Investigasi 2 Personel Lain dari Indonesia yang Gugur saat Bertugas
Tegas! Indonesia Tolak Pembelaan Israel, Desak PBB Lakukan Investigasi Menyeluruh Terkait Serangan yang Menewaskan 3 Prajurit TNI di Lebanon
Masjid Al Aqsa Sudah 39 Hari Ditutup oleh Israel, Zaskia Adya Mecca Ajak Masyarakat untuk Ambil Peran: At Least Post!
Detik-Detik Relawan Indonesia Diduga Dibekuk Tentara Israel Viral di Medsos, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
AJI Desak Israel Bebaskan Empat Jurnalis Indonesia yang Ditahan Saat Liput Misi Kemanusiaan ke Gaza