Kamis, 4 Juni 2026

Iran Mengutuk Serangan Israel yang Menewaskan Prajurit TNI di Lebanon, PBB Investigasi 2 Personel Lain dari Indonesia yang Gugur saat Bertugas

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 31 Maret 2026 | 11:56 WIB
Potret petugas penjaga perdamaian yang tengah menjalankan misi kemanusiaan di Lebanon, 3 prajurit TNI dilaporkan gugur saat bertugas akibat serangan Israel (Instagram/unifil_official)
Potret petugas penjaga perdamaian yang tengah menjalankan misi kemanusiaan di Lebanon, 3 prajurit TNI dilaporkan gugur saat bertugas akibat serangan Israel (Instagram/unifil_official)

SketsaNusantara.id - Kedutaan Besar Republik Islam Iran turut berduka atas kematian prajurit TNI bernama Farizal Rhomadhon yang gugur pada hari Minggu, 29 Maret 2026.

Farizal merupakan Prajurit Kepala (Praka) TNI yang bertugas sebagai penjaga perdamaian dalam misi kemanusiaan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di bawah naungan PBB.

Dalam pernyataan tertulis, Kedubes Iran mengutuk serangan Israel yang menyebabkan jatuhnya korban. Mereka menilai tindakan zionis sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Menurutnya, serangan Israel yang menargetkan pasukan penjaga perdamaian tidak boleh dibiarkan di tengah ketegangan konflik Timur Tengah yang mendapat dukungan dari Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Indonesia Kecam Keras Serangan Israel yang Menyebabkan Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Seluruh Pasukan Perdamaian Akan Ditarik?

"Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia atas tragedi wafatnya seorang penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di bawah UNIFIL," begitulah pernyataan tertulis yang diunggah di akun Instagram @iraninindonesia pada hari Senin, 30 Maret 2026.

"Kami dengan tegas mengutuk tindakan keji ini, yang merupakan akibat langsung dari agresi berkelanjutan Israel dengan keterlibatan dan dukungan penuh dari Amerika Serikat," imbuhnya.

"Menargetkan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa hukuman," tandasnya.

Baca Juga: Dampak Perang Iran Menghantui, Airlangga Hartarto dan Purbaya Segera Tetapkan Skema WFH Nasional Demi Hemat Energi

Sementara itu, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa jumlah korban dari pihak Indonesia bertambah. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengonfirmasi adanya 3 penjaga perdamaian asal Indonesia yang gugur dalam 2 insiden terpisah di Lebanon Selatan.

Setelah gugurnya Farizal Rhomadhon, 2 prajurit TNI lainnya dilaporkan tewas akibat serangan Israel pada hari, Senin 30 Maret 2026.

Kabar tersebut disampaikan oleh Jean-Pierre Lacroix, selaku Under-Secretary-General for Peace Operations PBB. Dalam pernyataannya, 2 personel lain dari Indonesia kehilangan nyawa dalam sebuah ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan, sektor timur.

Baca Juga: Pesan Buya Yahya soal Perdebatan Sunni dan Syiah di Tengah Konflik Israel-AS vs Iran, Tekankan Niat Utama Bela Palestina demi Kemanusiaan

"Pagi ini (30/3/2026), dua pasukan penjaga perdamaian Indonesia kehilangan nyawa dalam sebuah ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL," ungkap Lacroix dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah di akun Instagram @aljazeeraenglish.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Al Jazeera, Instagram @unifil_official

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X