"Sebuah ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan, sektor timur. Dua pasukan penjaga perdamaian lainnya terluka, satu di antaranya luka serius, namun asal ledakan belum bisa ditentukan," tuturnya.
Lacroix menjelaskan bahwa sehari sebelumnya, seorang prajurit Indonesia tewas akibat ledakan di dalam pangkalan UNIFIL di wilayah Ettaib. Hingga kini, asal ledakan tersebut masih dalam penyelidikan.
PBB dengan tegas mengutuk insiden tersebut dan menekankan bahwa pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target dalam konflik bersenjata.
"UNIFIL sedang menyelidiki insiden ini untuk menentukan penyebab dari insiden tragis ini. Kami sangat prihatin tentang beberapa insiden perilaku agresif terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dalam beberapa hari terakhir," jelasnya.
"Kami mengutuk keras insiden yang tidak dapat diterima ini, dan pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran," tandasnya.
Di sisi lain, pihak TNI mengungkapkan bahwa dua prajurit yang gugur pada insiden kedua adalah bagian dari Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL.
Kedua korban diketahui gugur saat tengah berupaya menjalankan misi evakuasi terhadap prajurit TNI lainnya yang terluka akibat serangan Israel di Lebanon.
Selain korban jiwa, beberapa prajurit lainnya juga dilaporkan mengalami luka, baik ringan maupun berat. Korban luka telah mendapatkan penanganan medis di Beirut.
Situasi di Lebanon Selatan semakin memanas. Wilayah yang menjadi area tugas UNIFIL itu kerap menjadi titik bentrokan antara militer Israel dan kelompok Hizbullah, dan intensitas konflik meningkat seiring meluasnya operasi militer Israel di kawasan tersebut.
UNIFIL menegaskan bahwa setiap serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional, bahkan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
"Tidak seorang pun boleh kehilangan nyawanya dalam menjalankan tugas demi perdamaian. UNIFIL menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang kehilangan nyawa saat dengan berani menjalankan tugasnya dalam misi kemanusiaan," ujarnya dalam pernyataan tertulis yang diungah di akun Instagram @unifil_official pada hari Selasa, 31 Maret 2026.
"Doa dan harapan kami juga bersama penjaga perdamaian yang terluka, yang saat ini dirawat di rumah sakit dengan luka serius," sambungnya.
Meski berada di tengah situasi berbahaya, pasukan penjaga perdamaian tetap menjalankan tugas kemanusiaan.
Dalam unggahan terbaru di akun Instagram resmi UNIFIL PBB, para prajurit membantu evakuasi warga sipil yang terdampak konflik, termasuk anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya ke tempat yang lebih aman, serta mendukung distribusi bantuan kemanusiaan.
"Sekali lagi, kami menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dengan memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB, termasuk dengan menahan diri dari tindakan yang dapat membahayakan penjaga perdamaian," tegas UNIFIL.
Artikel Terkait
Ngeri! Detik-Detik Langit Iran Diselimuti Awan Gelap dan Turun Hujan Asam Beracun Pasca Kilang Minyak Diserang AS-Israel, Nyawa Warga Tehran Terancam
Menkeu Purbaya Singgung Harga BBM Subsidi Minyak Dunia Dampak Perang Iran vs Israel-Amerika: Saya Cukup Pintar...
Profil Mojtaba Khamenei, Pengganti Ayatollah Ali Khamenei Sebagai Pemimpin Iran yang Ditentang Donald Trump
Konflik Timur Tengah Memanas, Beredar Kabar Adik Benjamin Netanyahu dan Menteri Keamanan Israel Tewas Terkena Serangan Rudal Iran, Begini Faktanya
Iran Bisa Absen dari Piala Dunia 2026? Pernyataan Donald Trump dan Situasi Politik Memicu Ketidakpastian
Konflik Timur Tengah Berdampak ke Kehidupan Barbie Kumalasari, Kekasih Asal Iran Hilang Kontak Saat Persiapan Pernikahan