SketsaNusantara.id - Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF 2.0) menuju Gaza, Palestina kini dikabarkan telah resmi dibebaskan oleh militer Israel.
Kabar ini disampaikan pihak Gobal Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang menyatakan bahwa seluruh relawan kemanusiaan termasuk jurnalis dan aktivis Indonesia yang sebelumnya ditahan di penjara Ktziot, Israel akan segera dipulangkan.
Berdasarkan konfirmasi dari tim hukum dan sumber diplomatik Internasional, GPCI mengatakan bahwa para delegasi saat ini sedang dalam proses deportasi.
Baca Juga: AJI Desak Israel Bebaskan Empat Jurnalis Indonesia yang Ditahan Saat Liput Misi Kemanusiaan ke Gaza
"Seluruh delegasi Global Sumud Flotilla (GSF) dan Freedom Flotilla Coalition (FFC) yang sebelumnya ditahan di Penjara Ktziot telah dibebaskan dari fasilitas penahanan Israel," kata Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandy di hadapan awak media pada hari Kamis, 21 Mei 2026.
GPCI menyebut tim hukum masih terus melakukan pemantauan ketat untuk memastikan seluruh aktivis, termasuk WNI, dapat keluar dengan aman tanpa penundaan tambahan.
Sebelumnya, dikabarkan 9 WNI termasuk aktivis dan jurnalis ditangkap pada tanggal 18 Mei 2026. Angkatan laut Israel secara sepihak mencegat kapal-kapal sipil non-senjata GSF 2.0 di perairan internasional dekat Siprus, Mediterania Timur.
Total ada sekitar 428 aktivis dari 40 negara yang ditangkap, termasuk delegasi Indonesia. Mereka sempat dibawa ke pelabuhan Israel selatan dan dijebloskan ke Penjara Ktziot di gurun Negev.
Sejumlah delegasi WNI yang ditahan, termasuk 5 relawan yakni Herman Budianto Sudarsono (Relawan Dompet Dhuafa), Ronggo Wirasanu (Relawan Dompet Dhuafa), Andi Angga Prasadewa (Relawan Rumah Zakat), Asad Aras Muhammad (Relawan Spirit of Aqso), dan Hendro Prasetyo (Relawan SMART 171).
Selain itu, 4 jurnalis dari media nasional di antaranya, Bambang Noroyono (Jurnalis Republika), Thoudy Badai Rifan Billah (Jurnalis Republika), Andre Prasetyo Nugroho (Jurnalis Tempo), dan Rahendro Herubowo (Kontributor Media/GPCI) juga sempat mengabarkan bahwa mereka ditangkap pihak militer Israel.
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, juga mengonfirmasi pembebasan kesembilan WNI dan menyatakan bahwa pembebasan ini sebagai hasil upaya diplomatik intensif Pemerintah Indonesia dengan seluruh kanal diplomatik internasional.
Karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik langsung dengan Israel, pemerintah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul sejak menerima laporan pencegatan armada GSF oleh Israel.
Artikel Terkait
Indonesia Kecam Keras Serangan Israel yang Menyebabkan Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Seluruh Pasukan Perdamaian Akan Ditarik?
Iran Mengutuk Serangan Israel yang Menewaskan Prajurit TNI di Lebanon, PBB Investigasi 2 Personel Lain dari Indonesia yang Gugur saat Bertugas
Israel Pasang Badan Sebut 3 Prajurit TNI yang Gugur dalam Misi Kemanusiaan di Lebanon Belum Tentu Akibat Serangan IDF, Begini Penjelasannya
Tegas! Indonesia Tolak Pembelaan Israel, Desak PBB Lakukan Investigasi Menyeluruh Terkait Serangan yang Menewaskan 3 Prajurit TNI di Lebanon
Desakan SBY ke PBB Usai 3 TNI Gugur di UNIFIL, Soroti Peran Peacekeeper di Tengah Konflik Israel dan Hizbullah
Masjid Al Aqsa Sudah 39 Hari Ditutup oleh Israel, Zaskia Adya Mecca Ajak Masyarakat untuk Ambil Peran: At Least Post!