Dalam video yang diunggah Chiki Fawzi, Andre menceritakan perubahan drastis perlakuan IDF yang dirasakannya setelah pelayaran dicegat paksa dan dipindahkan ke kapal militer Israel.
"Pas awal-awal di kapal kita itu mereka (IDF) kaya malaikat. 'It's gonna be fine', katanya. Tapi pas masuk kontainer, langsung digebukin, kita disebut teroris terus didorong masuk. Saya lemes banget, udah mikir mau mati," ungkapnya.
Ia juga menggambarkan kondisi saat tiba di Pelabuhan Ashdod yang disebutnya lebih parah. Andre mengungkap tindakan keji tentara Israel yang tak akan pernah bisa dimaafkan.
"Sampai (pelabuhan) Ashdod, itu lebih parah lagi. Paling keji mereka tuh nggak bisa saya maafin, karena tangan saya diiket di belakang sampai peredaran darah nggak bisa ngalir," tuturnya.
"Ini mungkin kepala saya agak cekung karena nahan (sujud) pakai kening," sambungnya sambil menunjukkan bekas luka memar di pergelangan tangan akibat bekas ikatan tali yang cukup kencang. Beberapa relawan lainnya juga memeriksa kepala Andre yang mengalami luka.
Andre mengaku hampir pingsan karena beberapa jam harus menahan tubuh dengan posisi kepala di tanah dan aliran darah terganggu karena tangan diikat kencang ke belakang.
"Gimana nggak biru ini tangan saya diiket dan talinya cukup gede, palagi ditarik-tarik lagi, sampe saya mau pingsan karena peredaran darah nggak jalan," ucapnya.
Tak hanya itu, Chiki juga memperlihatkan kondisi relawan laki-laki maupun perempuan yang mengalami luka memar pada bagian mata karena mendapat perlakuan kasar dari tentara Israel. Bahkan, ada yang sampai harus dirawat intensif karena mengalami pendarahaan setelah mengaku dipukuli tentara Israel.
Pengakuan para relawan ini langsung ramai jadi sorotan publik.
Banyak pihak menyampaikan kekhawatiran, tidak hanya terhadap kondisi fisik para relawan, tetapi juga dampak psikologis yang mungkin mereka alami setelah penahanan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengecam tindakan kekerasan terhadap warga sipil yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.
Pihaknya menegaskan bahwa tindakan pencegatan dan penahanan di laut lepas merupakan pelanggaran hukum internasional dan hukum humaniter.
Lebih lanjut, pemerintah memastikan bahwa 9 WNI yang kini telah dibebaskan dan berada dalam kondisi selamat. Mereka dikabarkan telah meninggalkan wilayah Israel dan sedang dalam proses perjalanan pulang ke Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Konflik Timur Tengah Memanas, Beredar Kabar Adik Benjamin Netanyahu dan Menteri Keamanan Israel Tewas Terkena Serangan Rudal Iran, Begini Faktanya
Iran Mengutuk Serangan Israel yang Menewaskan Prajurit TNI di Lebanon, PBB Investigasi 2 Personel Lain dari Indonesia yang Gugur saat Bertugas
Tegas! Indonesia Tolak Pembelaan Israel, Desak PBB Lakukan Investigasi Menyeluruh Terkait Serangan yang Menewaskan 3 Prajurit TNI di Lebanon
Masjid Al Aqsa Sudah 39 Hari Ditutup oleh Israel, Zaskia Adya Mecca Ajak Masyarakat untuk Ambil Peran: At Least Post!
Detik-Detik Relawan Indonesia Diduga Dibekuk Tentara Israel Viral di Medsos, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
AJI Desak Israel Bebaskan Empat Jurnalis Indonesia yang Ditahan Saat Liput Misi Kemanusiaan ke Gaza