Selasa, 14 Juli 2026

Tak Bisa Dimaafkan! Relawan Indonesia Ungkap Perlakuan Keji Tentara Israel saat Ditahan di Pelabuhan, Tangan Memar hingga Luka di Kepala Jadi Sorotan

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Minggu, 24 Mei 2026 | 06:23 WIB
Potret para aktivis termasuk 9 WNI yang melakukan pemeriksaan kesehatan saat tiba di Turki, pasca penahanan Israel (Instagram/chikifawzi)
Potret para aktivis termasuk 9 WNI yang melakukan pemeriksaan kesehatan saat tiba di Turki, pasca penahanan Israel (Instagram/chikifawzi)

Dalam video yang diunggah Chiki Fawzi, Andre menceritakan perubahan drastis perlakuan IDF yang dirasakannya setelah pelayaran dicegat paksa dan dipindahkan ke kapal militer Israel.

"Pas awal-awal di kapal kita itu mereka (IDF) kaya malaikat. 'It's gonna be fine', katanya. Tapi pas masuk kontainer, langsung digebukin, kita disebut teroris terus didorong masuk. Saya lemes banget, udah mikir mau mati," ungkapnya.

Baca Juga: Miris, 9 WNI yang Ditahan IDF Malah Dihujat karena Dianggap Masuk Israel Secara Ilegal, Benarkah? Begini Penjelasannya Menurut Hukum Internasional

Ia juga menggambarkan kondisi saat tiba di Pelabuhan Ashdod yang disebutnya lebih parah. Andre mengungkap tindakan keji tentara Israel yang tak akan pernah bisa dimaafkan.

"Sampai (pelabuhan) Ashdod, itu lebih parah lagi. Paling keji mereka tuh nggak bisa saya maafin, karena tangan saya diiket di belakang sampai peredaran darah nggak bisa ngalir," tuturnya.

"Ini mungkin kepala saya agak cekung karena nahan (sujud) pakai kening," sambungnya sambil menunjukkan bekas luka memar di pergelangan tangan akibat bekas ikatan tali yang cukup kencang. Beberapa relawan lainnya juga memeriksa kepala Andre yang mengalami luka.

Andre mengaku hampir pingsan karena beberapa jam harus menahan tubuh dengan posisi kepala di tanah dan aliran darah terganggu karena tangan diikat kencang ke belakang.

Baca Juga: Video Penangkapan Relawan RI di Kapal Bantuan Gaza Heboh, Kedubes Palestina Kecam Tindakan Militer Israel

"Gimana nggak biru ini tangan saya diiket dan talinya cukup gede, palagi ditarik-tarik lagi, sampe saya mau pingsan karena peredaran darah nggak jalan," ucapnya.

Tak hanya itu, Chiki juga memperlihatkan kondisi relawan laki-laki maupun perempuan yang mengalami luka memar pada bagian mata karena mendapat perlakuan kasar dari tentara Israel. Bahkan, ada yang sampai harus dirawat intensif karena mengalami pendarahaan setelah mengaku dipukuli tentara Israel.

Pengakuan para relawan ini langsung ramai jadi sorotan publik.
Banyak pihak menyampaikan kekhawatiran, tidak hanya terhadap kondisi fisik para relawan, tetapi juga dampak psikologis yang mungkin mereka alami setelah penahanan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengecam tindakan kekerasan terhadap warga sipil yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.

Pihaknya menegaskan bahwa tindakan pencegatan dan penahanan di laut lepas merupakan pelanggaran hukum internasional dan hukum humaniter.

Lebih lanjut, pemerintah memastikan bahwa 9 WNI yang kini telah dibebaskan dan berada dalam kondisi selamat. Mereka dikabarkan telah meninggalkan wilayah Israel dan sedang dalam proses perjalanan pulang ke Indonesia.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @chikifawzi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X