Rabu, 8 Juli 2026

Video Penangkapan Relawan RI di Kapal Bantuan Gaza Heboh, Kedubes Palestina Kecam Tindakan Militer Israel

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Rabu, 20 Mei 2026 | 22:00 WIB
Menyoroti insiden penangkapan relawan asal Indonesia oleh Militer Israel saat melakukan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.  (Instagram.com/@indonesiago.id)
Menyoroti insiden penangkapan relawan asal Indonesia oleh Militer Israel saat melakukan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina. (Instagram.com/@indonesiago.id)

SketsaNusantara.id - Video yang memperlihatkan penangkapan relawan kemanusiaan menuju Gaza mendadak viral di media sosial. Dalam informasi yang beredar, sejumlah relawan asal Indonesia disebut ikut diamankan oleh militer Israel saat misi bantuan berlangsung.

Peristiwa itu terjadi ketika armada Global Sumud Flotilla berlayar menuju Gaza, Palestina. Penyergapan dilaporkan berlangsung di perairan internasional dekat Siprus pada Senin, 18 Mei 2026.

Kejadian tersebut langsung memicu perhatian publik internasional. Banyak pihak menyoroti tindakan pasukan Israel terhadap konvoi kemanusiaan yang membawa relawan lintas negara.

Baca Juga: Zaskia Adya Mecca Ngaku Tawaran Endorse Berkurang Drastis saat Dirinya Sering Speak Up Tentang Palestina

Berdasarkan laporan terbaru Global Sumud Flotilla, sekitar 10 kapal dari total 60 kapal dalam konvoi disebut diintersepsi militer Israel. Penyergapan disebut terjadi sekitar 70 mil laut atau 129 kilometer dari Pulau Siprus.

Dalam keterangannya pada Rabu, 20 Mei 2026, Global Sumud Flotilla menyebut misi tersebut diikuti ratusan relawan dari berbagai negara. Total terdapat 426 peserta yang berasal dari 40 negara berbeda.

“Sebanyak 96 peserta berasal dari Turki, sementara peserta lain berasal dari Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Kanada, Pakistan, Mesir, Prancis, Australia, hingga Afrika Selatan,” ungkapnya.

Baca Juga: Soroti Nasib Anak Palestina, Majelis Ulama Indonesia Minta Dunia Internasional Bergerak Kecam UU Hukuman Mati yang Disahkan Knesset

Global Sumud Flotilla juga melaporkan adanya warga negara Indonesia yang masih ditahan hingga saat ini. Disebutkan, lima WNI berada dalam daftar relawan yang diamankan otoritas militer Israel.

Kasus tersebut kemudian mendapat respons dari Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia. Pihak kedutaan mengecam tindakan penyergapan terhadap konvoi bantuan yang menuju Gaza tersebut.

Abdalfatah Alsattari menyebut para relawan bukan pihak yang melakukan tindakan kriminal. Menurutnya, mereka merupakan pejuang kemanusiaan yang bergerak atas dasar hukum internasional.

“Kedubes Palestina untuk Indonesia mengecam keras tindakan kriminal Israel yang dilakukan tentara pendudukan terhadap para peserta Global Sumud Flotilla,” kata Alsattari dalam keterangannya di Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026.

Pihak Kedubes Palestina juga menegaskan para relawan dinilai memperjuangkan hak asasi manusia dan keadilan internasional. Karena itu, penyergapan terhadap armada bantuan disebut menjadi perhatian serius.

Selain itu, Alsattari menyebut tekanan serta blokade yang dilakukan Israel tidak akan menghentikan perjuangan rakyat Palestina. Ia menilai tindakan tersebut justru akan memperbesar solidaritas internasional terhadap Gaza.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X