Selasa, 14 Juli 2026

Siswa SDN di Jember Bikin Kagum Pelajar Jepang, Cerita Jalur Evakuasi hingga Aksi Kemanusiaan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 23 Mei 2026 | 21:00 WIB
Semangat kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana terbukti mampu melintasi batas negara dan usia. (Dok. PMI Jember)
Semangat kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana terbukti mampu melintasi batas negara dan usia. (Dok. PMI Jember)

SketsaNusantara.id - Ruang kelas SDN Puger Kulon 01 Jember tampak berbeda pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Para siswa sekolah dasar itu terhubung langsung dengan pelajar SMA Prefektur Yamagata, Jepang, melalui pertemuan virtual internasional.

Pertemuan tersebut menjadi perhatian karena melibatkan siswa lintas negara dalam pembahasan kesiapsiagaan bencana. Meski terpaut usia dan budaya, para pelajar terlihat aktif berbagi pengalaman kemanusiaan.

Baca Juga: PMI Jember Gelar Latihan Gabungan KSR, 30 Peserta Bakal Dilatih Penanganan Bencana hingga Reportase

Kegiatan itu merupakan bagian dari proyek School and Community Resilience (SCR). Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Japanese Red Cross Society atau JRCS.

Dalam sesi daring tersebut, siswa SDN Puger Kulon 01 mempresentasikan berbagai kegiatan mitigasi bencana di sekolah mereka.

Para siswa menjelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mendukung program Satuan Pendidikan Aman Bencana atau SPAB.

Baca Juga: Warga Lereng Gunung Raung Ramai-Ramai Donor Darah, PMI Jember Bawa Pulang 30 Kantong dari Kecamatan Sumberjambe

Mereka memaparkan pengalaman melakukan kajian risiko bencana di lingkungan sekolah. Selain itu, siswa juga menjelaskan proses menentukan jalur evakuasi hingga pemasangan rambu-rambu bahaya secara mandiri.

Presentasi para siswa sekolah dasar itu mendapat perhatian dari pelajar Jepang yang mengikuti kegiatan tersebut. Kepercayaan diri siswa SDN Puger Kulon 01 menjadi bagian penting dalam sesi berbagi pengalaman lintas negara itu.

Perwakilan guru SDN Puger Kulon 01, Sri Purwaningsih, menyebut kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bersama bagi para siswa. Menurutnya, kegiatan itu juga memperkuat solidaritas dan persahabatan antarnegara.

"Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi anak-anak untuk saling berbagi pengalaman, memahami pentingnya kesiapsiagaan bencana, serta menumbuhkan rasa solidaritas dan persahabatan lintas negara. Kami berharap kolaborasi antara PMI dan JRCS dapat terus memberikan manfaat bagi penguatan ketangguhan sekolah dan masyarakat," ujar Sri Purwaningsih.

Sementara itu, siswa SMA Prefektur Yamagata juga membagikan pengalaman kemanusiaan yang mereka lakukan di Jepang. Mereka menjalankan aksi pengumpulan kartu pos bekas untuk membantu pendidikan kebencanaan di Indonesia.

Kartu pos yang berhasil dikumpulkan kemudian diubah menjadi dana donasi. Dana tersebut disalurkan melalui PMI untuk mendukung pendidikan kebencanaan anak-anak sekolah dasar di wilayah dampingan proyek SCR di Jember.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X