Rabu, 1 Juli 2026

PMI Jember Dapat Arahan Langsung dari BPOM, Standar Produksi Darah Kini Jadi Fokus Utama Pelayanan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Rabu, 13 Mei 2026 | 18:49 WIB
BPOM memberikan arahan strategis terkait beberapa poin krusial diantaranya pemantapa dokumentasi, kualifikasi personel, serta prosedur teknis di area produksi. (Dok. PMI Jember)
BPOM memberikan arahan strategis terkait beberapa poin krusial diantaranya pemantapa dokumentasi, kualifikasi personel, serta prosedur teknis di area produksi. (Dok. PMI Jember)

SketsaNusantara.id - Upaya peningkatan mutu pelayanan terus dilakukan Palang Merah Indonesia Kabupaten Jember. Salah satu langkah terbaru dilakukan melalui penguatan standar produksi darah di Unit Donor Darah atau UDD PMI Jember.

Langkah tersebut dilakukan dengan mengejar pemenuhan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik atau CPOB. Program ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas produk darah agar tetap aman dan sesuai standar nasional.

Kegiatan asistensi itu digelar secara daring pada Rabu, 13 Mei 2025. Dalam agenda tersebut, PMI Jember menghadirkan tim ahli dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM sebagai narasumber utama.

Baca Juga: Hujan Disertai Angin Hancurkan Rumah Warga Jember, PMI Bergerak Salurkan Bantuan untuk Korban dan Keluarga Duka

Selama kurang lebih tiga jam, BPOM memberikan sejumlah arahan strategis kepada UDD PMI Jember. Pembahasan difokuskan pada berbagai aspek teknis yang berkaitan dengan kualitas produksi darah.

Beberapa poin yang menjadi perhatian mencakup dokumentasi kerja, kualifikasi personel, hingga prosedur di area produksi. Seluruh aspek tersebut dinilai penting untuk menunjang penerapan standar CPOB secara menyeluruh.

Ketua PMI Jember, Zainollah, menjelaskan terdapat sejumlah catatan yang diberikan BPOM dalam asistensi tersebut. Salah satunya terkait mekanisme serah terima pekerjaan di luar jam pergantian shift.

Baca Juga: PMI Jember Permudah Warga Lewat Layanan Ambulans Antar Jemput Pasien dan Kedaruratan Kesehatan

"Pada asistensi ini, BPOM menyarankan agar mekanisme serah terima di luar shift kerja dicantumkan secara detail dalam Standar Prosedur Operasional (SPO) yang mencakup pencatatan jumlah dan suhu secara real-time," ujar Zainollah.

Arahan tersebut berkaitan langsung dengan pengawasan kualitas produk darah selama proses penyimpanan maupun distribusi. Pencatatan suhu secara real-time dinilai penting untuk menjaga stabilitas kualitas darah.

Selain itu, BPOM juga meminta UDD PMI Jember menambah panduan visual di area tertentu. Panduan tersebut berupa tata cara memasuki area bersih dan penggunaan alat pelindung diri atau APD.

Dokumen visual itu nantinya akan menjadi bagian lampiran dalam SPO cuci tangan yang diterapkan di lingkungan UDD PMI Jember. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh petugas memahami prosedur kerja secara lebih rinci.

Peningkatan standar operasional menjadi bagian penting dalam pelayanan donor darah modern. Sebab, kualitas produk darah sangat dipengaruhi oleh sistem produksi, penyimpanan, hingga prosedur kebersihan di area kerja.

Melalui asistensi tersebut, PMI Jember berharap seluruh parameter CPOB dapat dipenuhi secara bertahap. Pemenuhan standar itu sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan produk darah bagi masyarakat.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X