SketsaNusantara.id - Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo menyerahkan jabatannya sebagai Kepala Badan Intelejen Strategis (Kabais) TNI pada Rabu, 25 Maret 2026.
Penyerahan jabatan tersebut merupakan buntut dari kasus penyiraman air keras yang dilakukan 4 oknum personel Bais terhadap aktivis HAM Andrie Yunus.
Kabar penyerahan jabatan Kabais tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah pada Rabu, 25 Maret 2026.
Dalam konferensi pers tersebut, Mayjen Aulia menjelaskan, penyerahan jabatan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban atas kasus yang melibatkan 4 oknum anggota Kabais.
“Sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” ujar Aulia di kantor Puspen TNI yang disiarkan kanal YouTube Puspen TNI.
Kendati demikian, Aulia belum memberikan informasi lebih lanjut apakah Yudi dicopot dari jabatannya.
Baca Juga: Fakta Baru Kasus Andrie Yunus, Pelaku Berasal dari BAIS TNI, Apa Itu Badan Intelijen Strategis?
Pihak Puspen TNI juga belum memberikan kabar terkais sosok Kabais baru pengganti Letjen Yudi Abrimantyo.
Sementara itu, terkait 4 personel BAIS TNI yang diduga terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, TNI akan menindak tegas keempatnya.
“TNI menyatakan tidak memberikan toleransi dan akan menindak secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” jelas Aulia lagi.
Baca Juga: Puspom TNI Dalami Motif Penyiraman Andrie Yunus, Empat Prajurit Terancam Pasal Penganiayaan
4 Personel BAIS TNI Terlibat Aksi Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus