SketsaNusantara.id - Publik dibuat ramai oleh beredarnya video seorang pria yang berjoget di dalam dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Video tersebut langsung menyita perhatian karena disertai narasi soal pendapatan hingga Rp6 juta per hari.
Cuplikan video itu beredar luas di media sosial dan menjadi bahan perbincangan. Dalam rekaman yang dibagikan ulang akun Instagram @wowbekasi, pria tersebut terlihat berjoget di sebuah ruangan yang menampilkan logo Badan Gizi Nasional (BGN).
Tak hanya di satu lokasi, pria tersebut juga tampak berjoget di area dapur MBG. Hal ini menjadi sorotan karena ia tidak mengenakan alat pelindung diri, sementara petugas lain terlihat menggunakan perlengkapan lengkap saat mempersiapkan makanan.
Situasi tersebut memicu perhatian publik, terutama karena program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam pemenuhan gizi masyarakat. Dalam video itu, aktivitas di dapur tetap berjalan dengan sejumlah petugas yang melakukan pemorsian makanan.
Menanggapi hal tersebut, pihak BGN memberikan penjelasan terkait identitas dan aktivitas pria yang viral tersebut. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menyebut bahwa pria itu diketahui memiliki beberapa titik SPPG.
"Jadi saya ingat katanya sih, dia dapat tujuh dapur ya, 7 titik," ujar Nanik dalam keterangannya.
Baca Juga: Video Joget Picu Polemik, Mitra MBG Hendrik Irawan Laporkan 2 Akun Instagram: 'Salah Saya di Mana?'
Ia juga menjelaskan bahwa dari sejumlah titik tersebut, baru satu yang telah beroperasi. Sementara sisanya masih dalam tahap persiapan dan belum menjalankan kegiatan pelayanan.
Keterangan tersebut menjadi salah satu klarifikasi atas narasi yang berkembang di masyarakat. Selain itu, BGN juga menegaskan bahwa program MBG bukanlah kegiatan yang berorientasi bisnis.
Menurut penjelasan yang disampaikan, program tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk mendukung pemenuhan gizi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam kesempatan yang sama, BGN mengambil langkah terhadap operasional salah satu SPPG yang telah berjalan. Dapur tersebut untuk sementara waktu dihentikan kegiatannya.
Langkah ini diambil setelah ditemukan adanya ketidaksesuaian dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan. Salah satu pelanggaran yang disebut adalah terkait tata letak dapur yang tidak sesuai standar.
"(Alasan di-suspend) Salah layout. Jadi kan ada juknis tuh, layout-nya, misalnya dapur harus seperti ini. Maksudnya harus seperti, kan ada juknisnya. Nah itu salah layout-nya," jelasnya.
Artikel Terkait
Viral MBG Bagikan Donat Jco di Palu, Warganet Terbelah Soal Gizi dan Tujuan Program untuk Anak Sekolah
Guru Semarang Ungkap Pengalaman saat MBG Terlambat, Video Curhatan Soal Tugas Tambahan Viral di Instagram
Viral Paket MBG Rapel 4 Hari di Sleman, Isi Menu Ayam, Jeruk, dan Roti Rp32 Ribu hingga Rp40 Ribu Diperdebatkan
Petugas SPPG Purbalingga Minta Maaf Soal Status WA Sebut Penerima MBG adalah Rakyat Jelata’, Siap Terima Sanksi
Tepis Isu Kegagalan MBG, Bupati Gus Fawait Pastikan Kesiapan Dapur SPPG di Jember