news

Hati-hati Sindikat Gendam Oleh WNA, Kuras Toko Emas di Surabaya Hingga Rugi Ratusan Juta, Pelaku dari Pakistan dan Yordania

Kamis, 29 Januari 2026 | 11:52 WIB
Aksi 2 dari 4 pelaku WNA pencuri emas di Surabaya (YouTube KOMPASTV )

SketsaNusantara.id – Aksi kriminal dengan modus hipnotis atau gendam kembali meresahkan warga Surabaya. 

Kali ini, sebuah toko emas bernama Mahkota di Jalan Pacarkeling Kecamatan Tambaksari Surabaya milik Tjoa Andry Dwi Sanjaya menjadi sasaran.

Toko emas tersebut berada di kawasan pusat perbelanjaan Surabaya dan menjadi korban sindikat yang melibatkan Warga Negara Asing (WNA) dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.

Baca Juga: LHKPN Disorot, Segini Kekayaan Thomas Djiwandono yang Kini Resmi Jadi Deputi Gubernur BI, Isi Garasi Keponakan Prabowo Bikin Melongo

Seluruh aksi pelaku terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) toko emas tersebut.

Dalam rekaman CCTV berdurasi singkat menampakkan seluruh rangkaian aksi penipuan yang rugikan toko emas hingga Rp 233 juta.

Para tersangka berpura-pura hendak membeli sejumlah perhiasan emas, dimana dalam menjalankan aksinya mereka menggunakan pakaian panjang tertutup dan masker.

Baca Juga: Jember Dikepung Banjir Luapan dan Longsor, 191 KK Terdampak di Kawasan Kota

Bukan itu saja, para pelaku juga menggunakan bahasa inggris dan Arab yang membuat karyawan toko kebingungan.

Lalu salah atau dari mereka kemudian mengalihkan perhatian karyawan, sementara tersangka lainnya bertindak sebagai eksekutor.

Aksi tersebut berhasil membawa kabur 19 gelang emas kadar 16 karta dengan berat 46,24 gram serta 32 kalung emas kadar 16 karat seberat 89,4 gram.

Baca Juga: Optimalkan Kinerja Lembaga, LP Maarif NU Jombang Rombak Jajaran Pengurus

Dalam pengungkapan kasus tersebut, berdasarkan rekaman cctv, unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil membekuk 4 pelaku di salah satu hotel di Jakarta.

Kepolisian berhasil menangkap 4 perempuan warga negara asing yang masing-masing berasal dari Pakistan dan Yordania berinisial YM, ZH, MR dan FR.

Halaman:

Tags

Terkini