SketsaNusantara.id - Insiden yang sempat memicu reaksi keras warganet terkait perlakuan aparat terhadap seorang pedagang es gabus bernama Sudrajat akhirnya diselesaikan melalui pendekatan dialog dan permohonan maaf secara terbuka.
Dua anggota TNI dan Polri menyampaikan permintaan maaf langsung kepada Sudrajat dalam sebuah pertemuan resmi yang berlangsung terbuka dan disaksikan sejumlah pihak.
Dilansir SketsaNusantara.id dari informasi yang disampaikan melalui unggahan akun Radio Elshinta (@RadioElshinta) yang menyebutkan jika dua anggota TNI-Polri minta maaf secara langsung ke pedagang es gabus viral.
Baca Juga: Bakal Datangkan 10 Pengacara, Hotman Paris akan Bantu Kakek Penjual Es Kue Spons yang Jadi Korban Aparat TNI dan Polisi
Unggahan ini menandai babak akhir dari kasus yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam keterangannya, Radio Elshinta menjelaskan bahwa oknum Babinsa dan Bhabinkamtibmas akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara resmi.
“Oknum Babinsa dan Bhabinkamtibmas akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara resmi terkait insiden yang sempat menjadi perhatian publik,” tulis akun tersebut.
Unggahan ini menandai babak akhir dari kasus yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam keterangannya, Radio Elshinta menjelaskan bahwa oknum Babinsa dan Bhabinkamtibmas akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara resmi.
“Oknum Babinsa dan Bhabinkamtibmas akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara resmi terkait insiden yang sempat menjadi perhatian publik,” tulis akun tersebut.
Baca Juga: Kasus Es Gabus Viral, Propam Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Pelanggaran Etik dan Pidana Anggotanya, Oknum Polisi Ditahan?
Permintaan maaf tersebut tidak dilakukan secara tertutup, melainkan disampaikan dalam forum terbuka.
“Permintaan maaf itu disampaikan dalam sebuah pertemuan yang berlangsung secara terbuka dan disaksikan sejumlah pihak,” lanjut akun tersebut.
Langkah ini dinilai sebagai upaya meredam ketegangan sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat.
Permintaan maaf tersebut tidak dilakukan secara tertutup, melainkan disampaikan dalam forum terbuka.
“Permintaan maaf itu disampaikan dalam sebuah pertemuan yang berlangsung secara terbuka dan disaksikan sejumlah pihak,” lanjut akun tersebut.
Langkah ini dinilai sebagai upaya meredam ketegangan sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat.
Baca Juga: Hotman Paris Turun Tangan! Siap Pasang Badan Bela Penjual Es Gabus Kemayoran yang Dianiaya Oknum Polisi dan TNI
Salah satu aparat yang terlibat, Babinsa Heri, secara terbuka mengakui kekeliruan dalam tindakannya.
“Babinsa Heri mengakui kekeliruan dalam tindakan yang dilakukan,” tulis akun tersebut.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf langsung kepada Sudrajat.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa aparat tersebut mengakui telah melakukan kesalahan dalam menarik kesimpulan.
Dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa pihaknya terlalu cepat menarik kesimpulan tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah yang seharusnya menjadi dasar pengambilan keputusan.
Pernyataan ini menegaskan pentingnya prosedur dan kehati-hatian dalam setiap tindakan aparat di lapangan.
Dari unsur TNI, Komandan Kodim (Dandim) 0501/Jakarta Pusat, Kolonel Inf Ahmad Alam Budiman, turut memberikan penjelasan.
Ia menegaskan bahwa niat awal aparat bukan untuk merugikan masyarakat.
Dalam unggahan Radio Elshinta disebutkan, niat awal aparat adalah untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat.
Namun demikian, Dandim juga mengakui adanya kekeliruan dalam penanganan kasus. Ia mengakui adanya kesalahan prosedur dalam penanganan kasus tersebut.
Atas dasar itu, ia menekankan pentingnya pembenahan ke depan, termasuk pentingnya menjunjung prosedur hukum serta verifikasi ilmiah agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Sikap serupa juga ditunjukkan oleh pihak kepolisian. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) AKBP Boby Heri Saputra menyampaikan apresiasi terhadap Sudrajat.
Dalam unggahan tersebut dijelaskan, AKBP Boby Heri Saputra menyampaikan apresiasi kepada Sudrajat yang bersedia menerima permohonan maaf.
Ia menilai peristiwa ini sebagai refleksi penting bagi institusi penegak hukum.
Disebutkan pula bahwa ia menilai peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bagi aparat penegak hukum untuk bertindak lebih profesional dan mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas.
Pernyataan ini menegaskan komitmen kepolisian untuk melakukan evaluasi internal.
Kasus yang sempat viral dan memicu reaksi keras dari warganet tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.
Radio Elshinta menyebutkan bahwa kasus yang sempat memicu reaksi keras warganet tersebut akhirnya diselesaikan melalui mediasi dan itikad baik dari semua pihak.
Dengan adanya permintaan maaf resmi, perkara tersebut dinyatakan selesai.
Dalam unggahan itu ditegaskan, dengan adanya permintaan maaf resmi, perkara ini dinyatakan ditutup secara damai.
Penyelesaian ini diharapkan dapat menjadi contoh penyelesaian konflik yang mengedepankan dialog dan kemanusiaan.***
Salah satu aparat yang terlibat, Babinsa Heri, secara terbuka mengakui kekeliruan dalam tindakannya.
“Babinsa Heri mengakui kekeliruan dalam tindakan yang dilakukan,” tulis akun tersebut.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf langsung kepada Sudrajat.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa aparat tersebut mengakui telah melakukan kesalahan dalam menarik kesimpulan.
Dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa pihaknya terlalu cepat menarik kesimpulan tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah yang seharusnya menjadi dasar pengambilan keputusan.
Pernyataan ini menegaskan pentingnya prosedur dan kehati-hatian dalam setiap tindakan aparat di lapangan.
Dari unsur TNI, Komandan Kodim (Dandim) 0501/Jakarta Pusat, Kolonel Inf Ahmad Alam Budiman, turut memberikan penjelasan.
Ia menegaskan bahwa niat awal aparat bukan untuk merugikan masyarakat.
Dalam unggahan Radio Elshinta disebutkan, niat awal aparat adalah untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat.
Namun demikian, Dandim juga mengakui adanya kekeliruan dalam penanganan kasus. Ia mengakui adanya kesalahan prosedur dalam penanganan kasus tersebut.
Atas dasar itu, ia menekankan pentingnya pembenahan ke depan, termasuk pentingnya menjunjung prosedur hukum serta verifikasi ilmiah agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Sikap serupa juga ditunjukkan oleh pihak kepolisian. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) AKBP Boby Heri Saputra menyampaikan apresiasi terhadap Sudrajat.
Dalam unggahan tersebut dijelaskan, AKBP Boby Heri Saputra menyampaikan apresiasi kepada Sudrajat yang bersedia menerima permohonan maaf.
Ia menilai peristiwa ini sebagai refleksi penting bagi institusi penegak hukum.
Disebutkan pula bahwa ia menilai peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bagi aparat penegak hukum untuk bertindak lebih profesional dan mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas.
Pernyataan ini menegaskan komitmen kepolisian untuk melakukan evaluasi internal.
Kasus yang sempat viral dan memicu reaksi keras dari warganet tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.
Radio Elshinta menyebutkan bahwa kasus yang sempat memicu reaksi keras warganet tersebut akhirnya diselesaikan melalui mediasi dan itikad baik dari semua pihak.
Dengan adanya permintaan maaf resmi, perkara tersebut dinyatakan selesai.
Dalam unggahan itu ditegaskan, dengan adanya permintaan maaf resmi, perkara ini dinyatakan ditutup secara damai.
Penyelesaian ini diharapkan dapat menjadi contoh penyelesaian konflik yang mengedepankan dialog dan kemanusiaan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
4 Hari Tak Berjualan, Sudrajat Pedagang Es Gabus Masih Trauma Usai Didatangi Aparat di Kemayoran
Oknum Polisi dan Tentara Minta Maaf Setelah Viral Lakukan Tuduhan dan Pemukulan Terhadap Penjual Es Gabus Jadul di Kemayoran
Nasib Sudrajat, Pedagang Es Gabus Jadul Dapat Hadiah Motor Polres Depok hingga Bantuan dari Pemkab Bogor Usai Dituduh Dagangannya Tak Layak Konsumsi
Sudah Terbukti Aman, Penjual Es Gabus yang Viral Mengaku Sempat Dipukuli Aparat
Deddy Corbuzier Sentil Aparat Kepolisian dan TNI Usai Kasus Es Gabus Viral, Soroti soal Perlindungan Hukum hingga Keinginan Bantu Usaha Sudrajat