Minggu, 19 Juli 2026

2 Anggota TNI-Polri Sampaikan Permohonan Maaf Langsung kepada Pedagang Es Gabus Viral, Kasus Diselesaikan Secara Damai

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Kamis, 29 Januari 2026 | 07:30 WIB
Potret Sudrajat, penjual es gabus jadul yang viral usai dituding jualannya tak layak konsumsi, kini mendapat bantuan motor dari kepolisian hingga modal usaha (Instagram/humas_bojonggede)
Potret Sudrajat, penjual es gabus jadul yang viral usai dituding jualannya tak layak konsumsi, kini mendapat bantuan motor dari kepolisian hingga modal usaha (Instagram/humas_bojonggede)

SketsaNusantara.id - Insiden yang sempat memicu reaksi keras warganet terkait perlakuan aparat terhadap seorang pedagang es gabus bernama Sudrajat akhirnya diselesaikan melalui pendekatan dialog dan permohonan maaf secara terbuka.

Dua anggota TNI dan Polri menyampaikan permintaan maaf langsung kepada Sudrajat dalam sebuah pertemuan resmi yang berlangsung terbuka dan disaksikan sejumlah pihak.

Dilansir SketsaNusantara.id dari informasi yang disampaikan melalui unggahan akun Radio Elshinta (@RadioElshinta) yang menyebutkan jika dua anggota TNI-Polri minta maaf secara langsung ke pedagang es gabus viral.
 
Baca Juga: Bakal Datangkan 10 Pengacara, Hotman Paris akan Bantu Kakek Penjual Es Kue Spons yang Jadi Korban Aparat TNI dan Polisi

Unggahan ini menandai babak akhir dari kasus yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.

Dalam keterangannya, Radio Elshinta menjelaskan bahwa oknum Babinsa dan Bhabinkamtibmas akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara resmi.

“Oknum Babinsa dan Bhabinkamtibmas akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara resmi terkait insiden yang sempat menjadi perhatian publik,” tulis akun tersebut.
 
Baca Juga: Kasus Es Gabus Viral, Propam Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Pelanggaran Etik dan Pidana Anggotanya, Oknum Polisi Ditahan?

Permintaan maaf tersebut tidak dilakukan secara tertutup, melainkan disampaikan dalam forum terbuka.

“Permintaan maaf itu disampaikan dalam sebuah pertemuan yang berlangsung secara terbuka dan disaksikan sejumlah pihak,” lanjut akun tersebut.

Langkah ini dinilai sebagai upaya meredam ketegangan sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat.
 
Baca Juga: Hotman Paris Turun Tangan! Siap Pasang Badan Bela Penjual Es Gabus Kemayoran yang Dianiaya Oknum Polisi dan TNI

Salah satu aparat yang terlibat, Babinsa Heri, secara terbuka mengakui kekeliruan dalam tindakannya.

“Babinsa Heri mengakui kekeliruan dalam tindakan yang dilakukan,” tulis akun tersebut.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf langsung kepada Sudrajat.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa aparat tersebut mengakui telah melakukan kesalahan dalam menarik kesimpulan.

Dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa pihaknya terlalu cepat menarik kesimpulan tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah yang seharusnya menjadi dasar pengambilan keputusan.

Pernyataan ini menegaskan pentingnya prosedur dan kehati-hatian dalam setiap tindakan aparat di lapangan.

Dari unsur TNI, Komandan Kodim (Dandim) 0501/Jakarta Pusat, Kolonel Inf Ahmad Alam Budiman, turut memberikan penjelasan.

Ia menegaskan bahwa niat awal aparat bukan untuk merugikan masyarakat.

Dalam unggahan Radio Elshinta disebutkan, niat awal aparat adalah untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat.

Namun demikian, Dandim juga mengakui adanya kekeliruan dalam penanganan kasus. Ia mengakui adanya kesalahan prosedur dalam penanganan kasus tersebut.

Atas dasar itu, ia menekankan pentingnya pembenahan ke depan, termasuk pentingnya menjunjung prosedur hukum serta verifikasi ilmiah agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Sikap serupa juga ditunjukkan oleh pihak kepolisian. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) AKBP Boby Heri Saputra menyampaikan apresiasi terhadap Sudrajat.

Dalam unggahan tersebut dijelaskan, AKBP Boby Heri Saputra menyampaikan apresiasi kepada Sudrajat yang bersedia menerima permohonan maaf.

Ia menilai peristiwa ini sebagai refleksi penting bagi institusi penegak hukum.

Disebutkan pula bahwa ia menilai peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bagi aparat penegak hukum untuk bertindak lebih profesional dan mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas.

Pernyataan ini menegaskan komitmen kepolisian untuk melakukan evaluasi internal.

Kasus yang sempat viral dan memicu reaksi keras dari warganet tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.

Radio Elshinta menyebutkan bahwa kasus yang sempat memicu reaksi keras warganet tersebut akhirnya diselesaikan melalui mediasi dan itikad baik dari semua pihak.

Dengan adanya permintaan maaf resmi, perkara tersebut dinyatakan selesai.

Dalam unggahan itu ditegaskan, dengan adanya permintaan maaf resmi, perkara ini dinyatakan ditutup secara damai.

Penyelesaian ini diharapkan dapat menjadi contoh penyelesaian konflik yang mengedepankan dialog dan kemanusiaan.***
 
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X