SketsaNusantara.id - Kementerian Pertanian berhasil menyita dan menyegel sebuah gudang di Provinsi Aceh yang menyimpan 250 ton beras ilegal.
Beras ilegal tersebut diduga diselundupkan melalui Pulau Sabang, pintu barat Indonesia.
Amran mengatakan bahwa masuknya beras ilegal ini tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga mengancam petani lokal yang tengah menikmati stok nasional berlimpah.
Dijelaskan Amran bahwa pihaknya mendapat laporan bahwa ada beras ilegal yang masuk melalui Pulau Sabang sekitar jam 2 siang.
"Langsung kami telepon Kapolda, Kabareksrim, Pangdam. Berasnya disegel, tidak boleh keluar," ujarnya, dilansir dari akun Instagram @lambegosiip.
Dikatakan Amran bahwa aktifitas distribusi beras ilegal ini berbahaya karena dapat menekan harga gabah dan merugikan petani.
"Terlebih saat pemerintah memastikan stok nasional berada pada posisi tertinggi menjelang akhir tahun," imbuhnya.
Menurutnya, import ilegal ini telah direncanakan dari sebelumnya, mengingat izin dari Thailand sudah terbit sebelum rapat koordinasi digelar pada 14 November di Jakarta.
"Berarti ini sudah direncanakan. Dalih harga murah dari Thailand atau Vietnam tidak bisa jadi pembenaran," kata Amran.
Amran pun juga mengingatkan terkait larangan Presiden Prabowo Subianto tentang kegiatan import.
"Ini soal nasionalisme. Kalau sudah ada arahan panglima tertinggi, semua harus patuh," tegasnya.
Diakui Amran bahwa pihaknya khawatir praktik seperti ini dapat merusak upaya untuk menjaga harga di tingkat petani.