news

Ratusan Petani Sumberanyar Gelar Aksi Tolak Pembangunan Batalyon 15 TNI AL di Pasuruan

Minggu, 16 November 2025 | 06:00 WIB
Aksi warga Desa Sumberanyar, Nguling menolak pembangunan Batalyon 15 TNI Angkatan Laut di Kawasan Dusun Gunung Bukor (SketsaNusantara.id/Qorry ‘Aina)

SketsaNusantara.id - Sekitar 700 warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, kembali turun ke jalan pada Kamis, 14 November 2025.

Mereka menyuarakan penolakan terhadap rencana pembangunan Batalyon 15 TNI Angkatan Laut yang berlokasi di Dusun Gunung Bukor.

Mayoritas warga yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian khawatir proyek tersebut akan menghilangkan lahan garapan mereka.

Baca Juga: Konflik Agraria di Bondowoso! Dituduh Menghasut, Trio Petani Ijen Dikriminalisasi dan Mendekam di Penjara

Selain itu, masyarakat juga mencemaskan kemungkinan terbatasnya akses jalan menuju dusun jika pembangunan tetap dilanjutkan.

Sebagai bentuk penolakan, warga melakukan long march sambil mengawal pemindahan dua unit alat berat (ekskavator) dari lokasi rencana pembangunan menuju Markas Komando Latihan Marinir Grati (Kolatmar).

Aksi ini berlangsung tertib hingga rombongan tiba di depan markas Kolatmar sekitar pukul 15.43 WIB.

Baca Juga: Siapa Nusron Wahid? Mengenal Sosok Menteri Bidang Agraria dan Tata Ruang (ATR) dalam Kabinet Merah Putih, Latar Belakang Keluarga jadi Sorotan

Di lokasi, sejumlah perwakilan warga secara bergantian menyampaikan aspirasi mereka.

Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Eko Suryono, turut hadir dan menyatakan dukungan terhadap tuntutan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa suara warga harus mendapat perhatian serius.

Baca Juga: Kekeliruan Pemkab Banyuwangi dalam Menyelesaikan Konflik Agraria di Desa Pakel, Potret Ketimpangan Struktural dan Tuntutan Keadilan Warga

Sementara itu, Susanto selaku Ketua Forum Komunikasi Tani Sumberanyar (FKTS) menyatakan pihaknya tidak akan meninggalkan titik aksi sebelum ada kepastian dan komitmen terkait nasib proyek pembangunan tersebut.

Menanggapi aspirasi warga, Komandan Puslatpur Grati, Alamsyah, menjelaskan bahwa keputusan pembangunan Batalyon 15 berada di tangan pemerintah pusat.

Halaman:

Tags

Terkini