SketsaNusantara.id - Nama relawan Agam Rinjani kini tengah ramai menjadi perbincangan setelah ia berhasil mengevakuasi jenazah Juliana Marins dari Gunung Rinjani.
Agam Rinjani sendiri merupakan porter di Gunung Rinjani.
Meski berhasil membawa turun jasad Juliana Marins, namun Agam Rinjani tetap merasakan penyesalan.
Diakui Agam bahwa dirinya telat datang untuk membantu Juliana Marins karena ia berada di Jakarta.
Ia membayangkan jika dirinya kala itu tidak berada di Jakarta, mungkin Juliana selamat.
"Saya nggak ketemu, saya nggak kenal dia. Saya tau kejadian, saya di Jakarta,"
"Yakin saya, kalau saya di sana mungkin selamat. Tapi saya di Jakarta," kata Agam Rinjani dikutip dari kanal YouTube Deddy Corbuzier.
Keyakinan Agam sangat besar, karena meski tak berada di lokasi, namun ia tetap melakukan pemantauan proses evakuasi tersebut.
"Karena aku lihat pagi-pagi, cuma 200 meter. Bisa lah itu satu tali turun," jelasnya.
Saat masih di Jakarta, Agam terus melakukan pemetaan lokasi kejadian kemungkinan Juliana ditemukan.
Baca Juga: Hanya Bawa Rp10 Ribu, Inilah Perjalanan Agam Rinjani Jadi Tour Operator Legendaris di Gunung Rinjani
Namun sayangnya, saat Agam sampai di lokasi, gambaran yang didapat dari drone berbeda.