"Itu anggapanku. Ternyata saat saya di sana, jalannya miring. Di drone rata begini kan,"
"Kupikir bisa lah jalan. Ternyata miring. Saya aja nggak berani lepas harness pengaman," jelasnya.
Baca Juga: Bukan Jatuh atau Tersesat, Agam Rinjani Ungkap Penyebab Paling Mematikan di Gunung Rinjani
Diduga Juliana Marins berupaya untuk berpindah dari posisi semula. Hal itu justru mengakibatkan ia terperosok hingga 400 meter.
Juliana dan Tim SAR sempat berteriak bersahutan, saat ia masih bernyawa.
Namun sayang, ketika tim sar menemukan titik Juliana di kedalaman 590 meter, ia sudah tidak bernapas.
Dikatakan Agam bahwa kondisi Juliana mengalami luka serius di bagian tubuhnya.
"Saya lihat korban di sini (kepala kanan) retak, tangannya patah, kaki, pinggul patah. Terus darah semua di bawah. Bekas darah di batu-batu besar," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Prabowo Lawatan ke Brazil, Menko Yusril Tegaskan Warganet Menahan Diri dan Indonesia Siap Kooperatif Tangani Kasus Kematian Juliana Marins di Rinjani
RDP Komisi V DPR RI, Netizen Sebut Politisi Golkar ini akan Benturkan Agam Rinjani dengan Basarnas Terkait Misi Evakuasi Juliana Marins
Kini Diblacklist dan Dihujat, Ali Mustofa Ungkap Kronologi Lengkap Detik-Detik Juliana Marins Hilang di Gunung Rinjani
Ali Mustofa Ungkap Kronologi Juliana Marins Jatuh di Gunung Rinjani, Sempat Teriak Sebelum Menghilang
Kisah Tragis Juliana di Rinjani yang Menari, Tersenyum di Pendakian Pertama Lalu Hilang, Apakah Ali Siap Dipenjara?
Hasil Autopsi Juliana Marins Versi Brasil Rilis, Penyebab Kematian Pendaki yang Jatuh di Rinjani Ini Terungkap, Sama dengan Versi Indonesia?