Kamis, 4 Juni 2026

Hasil Autopsi Juliana Marins Versi Brasil Rilis, Penyebab Kematian Pendaki yang Jatuh di Rinjani Ini Terungkap, Sama dengan Versi Indonesia?

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Jumat, 11 Juli 2025 | 16:10 WIB
Potret mendiang Juliana Marins  (Instagram @ajulianamarins)
Potret mendiang Juliana Marins (Instagram @ajulianamarins)

SketsaNusantara.id - Hasil autopsi Juliana Marins di Brasil, yang merupakan autopsi kedua setelah autopsi di Indonesia sudah dirilis pemerintah Brasil.

Sebelumnya, pihak keluarga Marins meminta otoritas setempat agar jenazah Juliana diautopsi ulang di negara asal mereka meski di Indonesia hasilnya sudah keluar.

Namun berdasarkan permintaan pihak keluarga akhirnya otoritas Brasil melakukan autopsi ulang, bahkan ada lontaran bernada ancaman kepada Indonesia akan dituntut di pengadilan internasional jika hasil autopsi kedua menunjukkan tanda adanya kelalaian dan pembiaran.

Baca Juga: Ali Mustofa Ungkap Kronologi Juliana Marins Jatuh di Gunung Rinjani, Sempat Teriak Sebelum Menghilang

Dilansir dari SketsaNusantara.id dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, pada Kamis, 10 Juli 2025 akhirnya hasil autopsi kedua Juliana Marins keluar dan diumumkan secara resmi oleh otoritas setempat.

Namun ternyata hasil autopsi ulang Juliana Marins yang dirilis pemerintah setempat menunjukkan konsistensi dengan hasil autopsi pertama di Indonesia.

Di mana tim forensik Brasil menyimpulkan bahwa Juliana Marins meninggal karena pendarahan internal yang disebabkan oleh kerusakan organ dan patah tulang akibat trauma benturan keras saat jatuh dari ketinggian.

Baca Juga: Akhirnya Terungkap! Ternyata Hasil Autopsi Juliana Marins di Brasil Tegaskan Trauma Parah, Sesuai Temuan Forensik Indonesia?

Hasil autopsi kedua tersebut juga memperkirakan Juliana bertahan hidup sekitar 10 hingga 15 menit setelah mengalami cedera, sedikit lebih cepat dari perkiraan hasil autopsi Indonesia.

Hasil autopsi di Indonesia memperkirakan sekitar 20 menit, namun kesamaanya keduanya menyimpulkan waktu kematian yang singkat setelah cedera.

Mereka menyebutkan usai jatuh, Juliana tidak mampu bergerak atau meminta bantuan karena luka-lukanya sebab ia juga diduga merasakan kesakitan hebat baik fisik maupun psikologis karena luka-lukanya.

Baca Juga: Kini Diblacklist dan Dihujat, Ali Mustofa Ungkap Kronologi Lengkap Detik-Detik Juliana Marins Hilang di Gunung Rinjani

Mereka juga menyebutkan menemukan luka-luka pada hampir seluruh tubuh, terutama di dada, bagian belakang, tulang punggung, dan paha serta kerusakan pada organ dalam dan pendarahan internal menjadi penyebab langsung kematian.

Baik autopsi di Indonesia maupun di Brasil tidak menemukan tanda-tanda hipotermia atau penderitaan berkepanjangan setelah cedera.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: YouTube KOMPASTV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X