SketsaNusantara.id – Polemik meninggalnya Juliana Marins, pendaki asal Brasil di Gunung Rinjani, NTB, terus menjadi sorotan.
Ali Mustofa, pemandu lokal asal Senaru yang mendampingi pendakian tersebut, menjelaskan secara rinci kronologi dan kondisi di lapangan sebelum tragedi itu terjadi.
Ali Mustofa menyampaikan bahwa Juliana Marins tergabung dalam kelompok pendakian berjumlah enam orang dengan skema paket sharing. Para peserta berasal dari berbagai negara dan hanya dua orang yang saling mengenal.
Sementara Juliana, merupakan pendaki solo yang memilih opsi pendakian bersama untuk menghemat biaya.
“Dia ikut paket sharing karena lebih murah dari paket privat,” ujar Ali Mustofa, dilansir SketsaNusantara.id dari Youtube Curhat Bang Denny Sumargo, 9 Juli 2025.
Seluruh rombongan mulai mendaki dari jalur Kandang Sapi pada 20 Juni 2025, dengan durasi 3 hari 2 malam.
Baca Juga: Ali Musthofa Nekat Turuni Jurang Demi Selamatkan Juliana, Kini Justru Dihujat Publik
Menurut Ali, sejak hari pertama tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan, namun pada hari kedua menuju summit attack, kondisi Juliana mulai terlihat lelah.
Ia menyebut bahwa Juliana adalah peserta dengan kecepatan paling lambat di antara semua rombongan.
“Fisiknya kelihatan kurang, dia ngos-ngosan dan beberapa kali harus rebahan,” jelas Ali.
Ali Mustofa menambahkan bahwa ia sempat memberikan opsi kepada Juliana Marins untuk tidak melanjutkan pendakian, namun Juliana tetap ingin terus berjalan. Keduanya sempat berjalan berdampingan, sementara lima peserta lain berada di depan, dengan jarak sekitar 200 meter.
Ali Mustofa juga sempat memberi tahu Juliana Marins bahwa ia akan memeriksa peserta lain di depan, sementara Juliana memilih beristirahat di lokasi yang aman.
Artikel Terkait
Hampir Bersamaan dengan Juliana Marins, Pendaki Jepang Chiaki Inada Meninggal Dunia Saat Mendaki Gunung Huascaran Peru Karena Hal Ini
Terima Donasi hingga Rp 1,3 Miliar dari Netizen Brasil Usai Berhasil Evakuasi Juliana Marins, Agam Rinjani Justru Diprotes Sesama Tim SAR, Ada Apa ?
Update Kasus Meninggalnya Juliana Marins di Rinjani, Polisi Periksa Sejumlah Pihak Termasuk Guide Gunung
Salfok Google Maps Hutan Amazon Mendadak Diserbu Rating Rendah, Imbas Gunung Rinjani Direview Jelek oleh Netizen Brazil Pasca Tragedi Juliana Marins
Ternyata ini yang Ditemukan Agam Rinjani saat Evakuasi Juliana Marins, Kisahnya Bikin Merinding!
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Beri Penghargaan Agam Rinjani dan Tim SAR Gabungan yang Telah Berhasil Evakuasi Juliana Marins