SketsaNusantara.id - Ditengah prahara meninggalnya Juliana Marins di Gunung Rinjani Indonesia, Presiden Prabowo Subianto rupanya juga harus berkunjung ke Brasil dalam rangka menghadiri KTT BRICS di Rio Da Janaero Brasil.
Prabowo hadiri KTT BRICS di Museum of Modern Art (MMA), Rio De Janeiro, pada 6-7 Juli 2025 dan akan melanjutkan lawatannya dengan menggelar pertemuan bilateral RI-Brasil di Brasilia pada 8-9 Juli 2025.
Kita pasti masih ingat saat Juliana Marins jatuh dijurang Rinjani dan ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia maka terjadi war antar netizen 2 negara, Indonesia vs Brasil, di akun presiden masing-masing.
Baca Juga: Tolak Kremasi, Ayah Juliana Marins Bersikeras Tunggu Hasil Otopsi Ulang
Untuk itu pada momen Prabowo lawatan ke Brasil, sebagai Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra memberikan keterangan pers terkait insiden ini
Ia menyerukan agar semua pihak untuk menahan diri dan tetap menjaga hubungan baik antara Indonesia dan Brasil.
"Pemerintah Indonesia mengharapkan insiden kematian Juliana Marins ini tidak mengganggu hubungan baik yang telah terbina selama ini antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Brasil," tegas Yusril Ihza Mahendra dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Kemenko Kumham Imipas RI.
"Apalagi sekarang ini Presiden Prabowo Subianto tengah melakukan kunjungan resmi ke Brasil menghadiri pertemuan para pemimpin BRICS disana," imbuhnya.
"Kita menghimbau semua supaya insiden kematian Juliana Marins ini tidak mengganggu hubungan baik antara pemerintah Indonesia dengan Brasil," imbuhnya lagi.
Atas kematian Juliana Marins, pemerintah menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Juliana Marins yang disebut sebagai sebuah insiden kecelakaan yang bisa terjadi kepada siapapun pendaki gunung.
Untuk itu ia menegaskan pula bahwa pemerintah saat ini sedang melakukan penyelidikan yang objektif dan saling menghormati dalam menangani kasus ini tanpa mengesampingkan fakta terkait cuaca buruk serta medan berat.
Yusril mengakui bahwa hingga saat ini pemerintah Indonesia sejauh ini, belum menerima surat atau nota diplomatik resmi dari Pemerintah Brasil yang mempertanyakan insiden ini.
Meskipun ada pernyataan dari keluarga dan Federal Public Defender's Office (FPDO) Brasil, Yusril memahami bahwa hal tersebut datang dari pihak independen dan keluarga yang sedang berduka.
Artikel Terkait
Salfok Google Maps Hutan Amazon Mendadak Diserbu Rating Rendah, Imbas Gunung Rinjani Direview Jelek oleh Netizen Brazil Pasca Tragedi Juliana Marins
Ternyata ini yang Ditemukan Agam Rinjani saat Evakuasi Juliana Marins, Kisahnya Bikin Merinding!
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Beri Penghargaan Agam Rinjani dan Tim SAR Gabungan yang Telah Berhasil Evakuasi Juliana Marins
Jenazah Juliana Marins Tiba di Brasil Langsung Autopsi Ulang, Keluarga Marins Tak Percaya Hasil Autopsi Indonesia?
Mengenal Agam Rinjani, Kisah Heroik Sang Guide yang Turun ke Jurang 600 Meter Demi Evakuasi Jenazah Juliana