Ali mengungkap bahwa sekitar pukul 05.30 pagi, setelah ia kembali ke tempat Juliana beristirahat, ia tidak lagi menemukan Juliana di sana. Ia hanya melihat cahaya senter di kejauhan.
Baca Juga: Tolak Kremasi, Ayah Juliana Marins Bersikeras Tunggu Hasil Otopsi Ulang
“Saya panik. Saya lihat senter sekitar 150 meter ke bawah. Saya langsung lari ambil tas dan cari sinyal untuk mengabari perusahaan,” kata Ali.
Ia sempat berteriak kepada Juliana dari atas tebing dan Juliana merespons dengan teriakan "Help me." Namun, tidak terdengar respons lebih lanjut. Ali kemudian berinisiatif turun ke Plawangan untuk mencari tali evakuasi, namun tidak tersedia.
Ia lalu mengkoordinasikan dengan guide lain untuk meminta bantuan ke Taman Nasional, dan baru pada pukul 14.00 siang tali evakuasi berhasil dikirim dari gerbang bawah.
Tim penyelamat lokal sempat berdiskusi, namun tidak ada yang berani turun karena tidak memiliki pengalaman menuruni tebing. Ali pun memberanikan diri untuk turun, meski ia sendiri juga belum pernah melakukan evakuasi di medan seperti itu.
“Saya benar-benar takut, gemetaran, tapi saya pikir ini tamu saya, saya harus turun,” ungkapnya.
Namun, sebelum mencapai dasar tebing, ia memutuskan untuk kembali naik karena kondisi tebing terlalu vertikal dan kakinya mulai lemas.
“Saat saya turun, saya teriak-teriak manggil Juliana, tapi tidak ada respons. Saya hanya lihat tasnya, tapi orangnya tidak kelihatan,” kata Ali.
Namun ketika kabut mulai menghilang sekitar pukul 18.00 sore, Juliana sempat terlihat masih hidup dan bergeser dari posisi awal jatuh. Ali menduga Juliana mencoba naik, namun karena medan berpasir, justru makin meluncur ke bawah.
Tim SAR gabungan dari Lombok Timur baru tiba sekitar pukul 21.00 malam. Sementara rombongan lain yang menuju puncak tidak mengetahui kejadian hingga mereka turun dari summit. Ali menyatakan bahwa ia sempat memberi arahan kepada mereka dan meminta mereka bergabung dengan grup lain untuk melanjutkan pendakian.
Ali juga membantah informasi keliru yang beredar di media sosial. Salah satunya adalah tas yang dianggap milik Juliana di video viral.
Artikel Terkait
Hampir Bersamaan dengan Juliana Marins, Pendaki Jepang Chiaki Inada Meninggal Dunia Saat Mendaki Gunung Huascaran Peru Karena Hal Ini
Terima Donasi hingga Rp 1,3 Miliar dari Netizen Brasil Usai Berhasil Evakuasi Juliana Marins, Agam Rinjani Justru Diprotes Sesama Tim SAR, Ada Apa ?
Update Kasus Meninggalnya Juliana Marins di Rinjani, Polisi Periksa Sejumlah Pihak Termasuk Guide Gunung
Salfok Google Maps Hutan Amazon Mendadak Diserbu Rating Rendah, Imbas Gunung Rinjani Direview Jelek oleh Netizen Brazil Pasca Tragedi Juliana Marins
Ternyata ini yang Ditemukan Agam Rinjani saat Evakuasi Juliana Marins, Kisahnya Bikin Merinding!
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Beri Penghargaan Agam Rinjani dan Tim SAR Gabungan yang Telah Berhasil Evakuasi Juliana Marins