SketsaNusantara.id – Tragedi yang menimpa Juliana Marins, turis asal Brasil yang meninggal di Gunung Rinjani pada 26 Juni lalu kini berbuntut panjang.
Jenasah Juliana Marins yang tiba di Brasil pada Selasa, 1 Juli 2025 yang lalu langsung di autopsi ulang oleh otoritas setempat.
Autopsi kedua dilakukan di Brasil meskipun hasil autopsi awal telah dirilis oleh pemerintah Indonesia, dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.
Menurut pihak keluarga Marins, langkah ini diambil untuk memastikan secara independen penyebab dan waktu pasti kematian Juliana, guna melengkapi hasil autopsi yang telah dilakukan di Indonesia.
Keluarga Juliana Marins secara vokal menuding adanya kelalaian serius dari tim penyelamat di Indonesia.
Mereka berargumen bahwa kecepatan respons yang lambat dan dugaan kurangnya efisiensi dalam upaya penyelamatan menjadi faktor krusial.
Keluarga meyakini, jika tim penyelamat bisa mencapai Juliana dalam estimasi waktu 7 jam setelah insiden, wanita itu mungkin masih bisa diselamatkan sehingga untuk menegaskan hal itu maka dilakukanlah otopsi ulang di Brasil.
Menurut keterangan dari advokat HAM Kantor Federal Pembela Publik (DPU) di Brasil, autopsi ulang ini bertujuan untuk memastikan dugaan apakah Juliana Marins betul-betul tidak mendapatkan pertolongan secepatnya setelah terjadi kecelakaan.
Pemerintah Brasil melalui DPU menegaskan bahwa mereka akan meminta kepolisian federal untuk menyelidiki apakah meninggalnya Juliana Marins akibat kelalaian otoritas Indonesia.
Ancaman gugatan ke pengadilan internasional akan sangat bergantung pada hasil akhir investigasi di Indonesia dan autopsi kedua di Brasil.
Jika nanti ditemukan indikasi kelalaian dan pembiaran, maka pihak Brasil akan membawa kasus ini ke forum internasional seperti Inter-American Comission on Human Rights (IACHR).
Artikel Terkait
Bikin Nangis ! ini Pesan Menyentuh Ayah Juliana Marins Pendaki Brasil Yang Meninggal di Rinjani: Cantikku, Kita Akan Bertemu Lagi...
Hampir Bersamaan dengan Juliana Marins, Pendaki Jepang Chiaki Inada Meninggal Dunia Saat Mendaki Gunung Huascaran Peru Karena Hal Ini
Terima Donasi hingga Rp 1,3 Miliar dari Netizen Brasil Usai Berhasil Evakuasi Juliana Marins, Agam Rinjani Justru Diprotes Sesama Tim SAR, Ada Apa ?
Update Kasus Meninggalnya Juliana Marins di Rinjani, Polisi Periksa Sejumlah Pihak Termasuk Guide Gunung