Minggu, 19 Juli 2026

Waspada! Penipuan Lowongan Kerja Kian Marak, Anak Muda Jadi Sasaran Utama, Simak 5 Tips dari Kemnaker

Photo Author
Fijriani Sri Wiranti, Sketsa Nusantara
- Jumat, 11 Juli 2025 | 13:40 WIB
Ilustrasi waspada penipuan lowongan kerja di era digital (Unsplash/Taras Shypka)
Ilustrasi waspada penipuan lowongan kerja di era digital (Unsplash/Taras Shypka)

SketsaNusantara.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap maraknya penipuan rekrutmen kerja yang semakin sering terjadi di era digital.

Cara penipuan semacam ini biasanya menyasar para pelamar kerja, khususnya generasi muda dan mereka yang belum memiliki pekerjaan, yang rentan tertarik dengan tawaran pekerjaan menarik melalui internet.

Kemnaker menjelaskan sejumlah ciri yang kerap ditemukan pada iklan lowongan kerja abal-abal.

Baca Juga: Akhirnya Terungkap! Ternyata Hasil Autopsi Juliana Marins di Brasil Tegaskan Trauma Parah, Sesuai Temuan Forensik Indonesia?

Beberapa tanda umum yang perlu diwaspadai antara lain:

1. Penulisan yang Asal dan Banyak Salah Ketik

Informasi lowongan sering dibuat tanpa teliti, syarat kesalahan ejaan, dan menggunakan bahasa yang tidak profesional. Kondisi ini bisa menjadi sinyal awal untuk meragukan keasliannya.

2. Permintaan Uang dengan Alasan Administrasi

Salah satu tanda umum penipuan perekrutan adalah permintaan kepada calon pelamar untuk mengirimkan sejumlah uang, dengan alasan seperti biaya administrasi, pendaftaran, atau ongkos perjalanan. Padahal, perusahaan yang sah tidak akan meminta biaya apapun dari pelamar selama proses rekrutmen berlangsung.

3. Iming-iming Gaji Terlalu Tinggi

Tidak sebanding dengan jenis pekerjaan sederhana sering dimanfaatkan pelaku untuk menarik perhatian calon korban. Masyarakat diimbau tidak mudah terpikat oleh janji-janji upah fantastis.

Baca Juga: Hati-Hati Lifebuoy Palsu Berkedok Repack, Pria Ini Bongkar Sabun Cair Palsu yang Telah Dijual Online di Pasaran

4. Permintaan Data Pribadi Secara Berlebihan

Penipu sering meminta dokumen pribadi lengkap seperti KTP, KK, NPWP, hingga nomor rekening. Informasi ini bisa digunakan untuk aksi kriminal lain, misalnya pencurian identitas atau penipuan keuangan.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Kemnaker.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X