Kamis, 4 Juni 2026

Waspada! Penipuan Lowongan Kerja Kian Marak, Anak Muda Jadi Sasaran Utama, Simak 5 Tips dari Kemnaker

Photo Author
Fijriani Sri Wiranti, Sketsa Nusantara
- Jumat, 11 Juli 2025 | 13:40 WIB
Ilustrasi waspada penipuan lowongan kerja di era digital (Unsplash/Taras Shypka)
Ilustrasi waspada penipuan lowongan kerja di era digital (Unsplash/Taras Shypka)

5. Alamat Email Tidak Resmi

Akun email yang dipakai pelaku umumnya tidak menggunakan domain profesional, atau menyerupai nama perusahaan ternama dengan sedikit modifikasi, sehingga seolah-olah resmi.

Kemnaker menegaskan pentingnya mengecek keabsahan setiap informasi lowongan, baik melalui laman resmi perusahaan maupun platform rekrutmen terpercaya.

Baca Juga: DP3AKB Jember Susun Sejumlah Cara Tekan Angka Stunting, Mujarabkah?

Bila menemukan indikasi penipuan, masyarakat diminta segera melapor ke otoritas terkait atau menghubungi Kemnaker.

“Proses rekrutmen yang benar tidak pernah memungut biaya apapun di awal. Jangan sampai keinginan memperoleh pekerjaan malah membuat Anda merugi,” tutur perwakilan Kemnaker, dilansir SketsaNusantara.id dari website resmi Kemnaker.

Kemnaker juga menyarankan pencari kerja untuk selalu melakukan riset mendalam mengenai profil perusahaan yang menawarkan lowongan.

Baca Juga: Musim Kemarau Ternyata Banjir? BMKG Ungkap Ancaman Cuaca Ekstrem hingga Akhir Tahun 2025

Cari tahu reputasi perusahaan melalui mesin pencari, media sosial resmi, atau ulasan di situs-situs karir.

Selain itu, pastikan alamat kantor jelas dan dapat diverifikasi. Jangan karena iming-iming gaji tinggi, jadi lalai untuk mencari tahu kebenaran alamat kantor.

Jika proses rekrutmen dilakukan secara online, waspadai jika komunikasi hanya melalui aplikasi pesan instan tanpa tatap muka atau wawancara daring resmi.

Profesionalisme perusahaan tercermin dari cara mereka berkomunikasi dengan kandidat. Pencari kerja pun dianjurkan menyimpan bukti percakapan, dokumen, atau permintaan yang mencurigakan sebagai bahan pelaporan apabila diperlukan.

Meningkatkan literasi digital juga menjadi kunci agar tidak mudah terperdaya modus penipuan lowongan kerja.

Kemnaker berharap masyarakat semakin kritis dalam menilai tawaran pekerjaan. Pemerintah berkomitmen memperkuat edukasi publik dan pengawasan untuk meminimalkan kerugian yang ditimbulkan oleh praktik ilegal ini.

Dengan kewaspadaan kolektif, peluang kerja yang benar-benar sah bisa lebih mudah dikenali dan dimanfaatkan.***

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Kemnaker.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X