SketsaNusantara.id – Produk sabun cair merek Lifebuoy yang selama ini dipercaya dan digunakan oleh jutaan keluarga Indonesia ternyata dipalsukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Kabar ini mencuat setelah Steven Pratama dalam akun instagram edukasi konsumennya @kosteve_, mengunggah video penelusuran dan uji coba terhadap Lifebuoy palsu yang beredar di pasaran dengan embel-embel “Repack”.
Dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, Steve membongkar fakta mengejutkan soal produk Lifebuoy palsu yang dijual seharga Rp24.000 untuk ukuran 1 liter.
Baca Juga: Kosakata Unik dari Batak Pakpak, ‘Palum’ Kini Jadi Antonim Haus dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
Padahal, harga resmi Lifebuoy ukuran 400 ml saja sudah menyentuh angka serupa.
“Ini 1 liter Rp24.000. Teman-teman, hati-hati. Jangan sampai tertipu oleh mafia-mafia ini,” tegasnya dalam video tersebut, dilansir SketsaNusantara.id dari Instagram @kosteve_.
Menurut Steve, para pelaku menggunakan istilah “repack” untuk menipu pembeli seolah-olah produk tersebut berasal dari pabrik resmi, hanya dikemas ulang untuk alasan efisiensi. Nyatanya, Lifebuoy tidak pernah merilis varian repack atau isi ulang dalam bentuk jerigen seperti yang beredar di pasaran.
Baca Juga: Musim Kemarau Ternyata Banjir? BMKG Ungkap Ancaman Cuaca Ekstrem hingga Akhir Tahun 2025
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @kosteve_, ia menjelaskan bahwa kemasan palsu ini biasanya berupa jerigen putih polos yang hanya diberi tulisan spidol di bagian luar, misalnya “MERAH” untuk varian sabun merah.
“Tapi stiker Lifebuoy-nya tidak ada. Saat dikirim pun, bentuk kemasan di etalase online bisa tampak lengkap, tapi saat datang ke rumah, hanya begini bentuknya,” tambah Steve.
Dalam uji visual yang dilakukan Steve, perbedaan mencolok antara sabun Lifebuoy asli dan palsu langsung terlihat ketika dituangkan ke cawan petri.
“Kalian lihat yang asli langsung warna putihnya keluar. Yang palsu? Lama banget, dan baunya juga aneh,” jelasnya.
Selain perbedaan warna, aroma sabun palsu disebut memiliki bau kimia yang tidak wajar.
Artikel Terkait
Diplomat Kemlu Arya Daru Bundir Atau Dibunuh? Ini Analisa Sosiolog Kriminalitas Universitas Gajah Mada
Tak Terkalahkan! BRI Kembali Masuk Top 1000 Bank Dunia, Peringkat 1 di Indonesia
Ngopi Gratis hingga Fun Games di Stasiun Jember, KAI Daop 9 Ciptakan Ruang Tunggu Kereta yang Nyaman dan Penuh Kesan
Jember Jadi Juara 2 Kabupaten Terbaik dalam Optimalisasi Cakupan Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan se-Jatim
Imbau Non-ASN Non Data Base BKN Bersabar dan Tetap Bekerja, Pemkab Jember Fokus Penataan PPPK Paruh Waktu