“Wanginya bukan bau sabun, tapi ada bau bahan kimia. Sedangkan Lifebuoy asli punya standar bau yang sama dan langsung dikenali,” kata Steve sambil mengaplikasikan kedua jenis sabun tersebut ke tangan sebagai pembanding.
Salah satu kekhawatiran terbesar dari peredaran sabun palsu ini adalah dampaknya terhadap kesehatan. Sabun yang tidak terverifikasi kandungannya dapat menyebabkan iritasi kulit, reaksi alergi, bahkan keracunan jika mengandung bahan berbahaya.
“Bayangkan kalau sabun ini dipakai anak kecil di rumah. Kulit mereka jauh lebih sensitif. Ini bisa jadi bumerang bagi kita sebagai orang tua,” ujar Steve sambil mengingatkan pentingnya membeli produk dari sumber resmi atau toko terpercaya.
Unggahan Steve ini telah ditonton 21,4 ribu pengguna dan berhasil menarik perhatian banyak orang.
Kolom komentar pun dipenuhi respons warganet yang merasa terbantu dengan edukasi tersebut.
“Makasih banyak kosteve edukasinya,” tulis @sunik159.
Beberapa komentar lain juga meminta Steve untuk mengulas produk lain yang kerap dipalsukan, seperti Head & Shoulders dan Hada Labo. Hal ni menunjukkan bahwa keresahan masyarakat terhadap barang palsu di pasar online semakin meningkat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Diplomat Kemlu Arya Daru Bundir Atau Dibunuh? Ini Analisa Sosiolog Kriminalitas Universitas Gajah Mada
Tak Terkalahkan! BRI Kembali Masuk Top 1000 Bank Dunia, Peringkat 1 di Indonesia
Ngopi Gratis hingga Fun Games di Stasiun Jember, KAI Daop 9 Ciptakan Ruang Tunggu Kereta yang Nyaman dan Penuh Kesan
Jember Jadi Juara 2 Kabupaten Terbaik dalam Optimalisasi Cakupan Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan se-Jatim
Imbau Non-ASN Non Data Base BKN Bersabar dan Tetap Bekerja, Pemkab Jember Fokus Penataan PPPK Paruh Waktu