news

Kisruh Konflik Lahan di Taman Nasional Tesso Nilo, Kapolda Riau Tegas Bersuara Bela Hak Gajah, Tokoh Adat Ikut Dukung Penertiban Kawasan Hutan TNTN

Sabtu, 21 Juni 2025 | 13:53 WIB
Kisruh konflik lahan di Taman Nasional Tesso Nilo, Polda Riau serta tokoh masyarakat dukung penertiban di kawasan hutan TNTN, melindungi hak makhluk hidup termasuk gajah Domang dan kawan-kawannya (Instagram/btn_tessonilo)

SketsaNusantara.id - Konflik lahan di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Provinsi Riau yang telah memicu ancaman terhadap petugas hingga pembakaran kendaraan petugas, kini mendapatkan perhatian serius dari pihak berwenang.

Polda Riau turun tangan dengan memberikan dukungan kepada Balai TNTN dalam menangani konflik yang memanas terkait penertiban kawasan hutan.

Tesso Nilo merupakan kawasan taman nasional yang memiliki nilai penting dalam pelestarian lingkungan. 

Kawasan ini merupakan ekosistem hutan dataran rendah dengan keanekaragaman hayati yang menjadi salah satu benteng perlindungan terakhir bagi spesies langka termasuk Harimau dan Gajah Sumatra.

Baca Juga: Duduk Perkara Konflik Lahan Taman Nasional Tesso Nilo, Kepala BTNTN Sampai Kena Ancaman Pembunuhan hingga Kendaraan Petugas Dibakar, Ada Apa?

Namun, Tesso Nilo kini menghadapi tantangan berat. Sebanyak puluhan ribu hektar lahan dijadikan perkebunan sawit ilegal hingga dirambah dijadikan kawasan pemukiman yang mengganggu habitat satwa.

Akibatnya, terjadi konflik antara satwa liar dengan manusia. Gajah-gajah tak sengaja masuk ke pemukiman dan lahan warga, padahal sebelumnya kawasan tersebut adalah habitat aslinya yang rutin dilewati setiap harinya.

Tak dipungkiri ada beberapa warga yang terluka akibat konflik ini. Namun, petugas BTNTN maupun aparat kepolisian dan TNI juga sudah berulang kali memberikan peringatan bahwa kejadian ini berawal dari ulah manusia yang merebut habitat asli satwa liar, terlebih di kawasan hutan lindung Tesso Nilo.

Baca Juga: 20 Ribu Hektar Hutan Mentawai Terancam Rusak Akibat Izin PBPH, Netizen: Orang Padang Harus Menolak Keras!

Pemerintah lantas membentuk Satgas PKH (Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan) melakukan pemasangan plang penguasaan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo.

Gubernur Riau juga menegaskan akan dilakukan relokasi warga dari lahan TNTN. Namun, hal ini memicu konflik sosial.

Warga yang tinggal di kawasan hutan menolak relokasi atau pemindahan karena merasa sudah membeli lahan yang kini menjadi hak milik mereka.

Baca Juga: Cinta Laura Beri Pesan Menohok Soal Tambang Nikel di Raja Ampat Papua hingga Netizen Colek Prabowo, CLK: Berapa Nilai 1 Nyawa Manusia?

Beberapa hari belakangan ini terjadi demo besar-besaran, bahkan petugas dan Kepala BTNTN pun ikut mendapat ancaman serius hingga kendaraan patroli petugas BTNTN dibakar oknum tak bertanggung jawab.

Halaman:

Tags

Terkini