Minggu, 19 Juli 2026

Duduk Perkara Konflik Lahan Taman Nasional Tesso Nilo, Kepala BTNTN Sampai Kena Ancaman Pembunuhan hingga Kendaraan Petugas Dibakar, Ada Apa?

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 11:30 WIB
Momen warga menolak relokasi dan melontarkan ancaman di tengah konflik lahan Taman Nasional Tesso Nilo. Kawasan hutan lindung dijadikan kebun sawit ilegal, hingga ganggu habitat satwa (Instagram/btn_tessonilo)
Momen warga menolak relokasi dan melontarkan ancaman di tengah konflik lahan Taman Nasional Tesso Nilo. Kawasan hutan lindung dijadikan kebun sawit ilegal, hingga ganggu habitat satwa (Instagram/btn_tessonilo)

SketsaNusantara.id - Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Provinsi Riau belakangan ini tengah ramai jadi sorotan akibat konflik lahan yang semakin memanas.

Tagar "Save Tesso Nilo" menggema di media sosial seiring dengan usaha perlindungan kawasan konservasi taman nasional di tengah banyaknya aktivitas ilegal di kawasan tersebut.

Konflik ini mencapai titik kritis bahkan mucul berbagai ancaman pembunuhan yang ditujukan untuk Kepala Balai TNTN hingga pembakaran kendaraan yang digunakan petugas untuk patroli ke kawasan hutan lindung.

Baca Juga: Aktivitas Tambang Nikel di Raja Ampat jadi Ancaman Serius, Kementerian Lingkungan Hidup Lakukan Pengawasan secara Ketat

"Kami tidak pernah membiarkan Taman Nasional Tesso Nilo dirusak oleh oknum-oknum perambah (penebang hutan)," tulis akun Instagram @btn_tessonilo dalam unggahannya pada hari Selasa, 17 Juni 2025 lalu.

Dalam unggahan tersebut, diunggah foto tembok kantor Balai Taman Nasional Tesso Nilo yang berisikan ancaman berbunyi, "Kepala Balai cabut laporanmu, atau kepalamu kami cabut".

"Tak jarang, kami diintimidasi. Bahkan mengalami kekerasan fisik di tengah tugas kami melindungi kawasan konservasi ini," ungkap pihak Tesso Nilo.

"Tapi kami tetap bertahan. Karena bagi kami, menjaga Tesso Nilo bukan sekadar tugas ini adalah amanah," tuturnya.

Baca Juga: Tingkatkan Pariwisata di Jember, Bupati Gus Fawait Bakal Maksimalkan Potensi Pantai Bandealit di Taman Nasional Meru Betiri

Konflik lahan ini melibatkan petugas konservasi dengan masyarakat sekitar yang dikaitkan dengan kepentingan ekonomi.

Tesso Nilo sebagai salah satu kawasan hutan konservasi dengan keanekaragaman hayati tinggi, tergerus karena aktivitas ilegal pembukaan lahan yang difungsikan untuk kebun kelapa sawit.

Aktivitas ini telah menggerus habitat satwa langka seperti gajah Sumatera dan harimau Sumatera yang berada di dalam ekosistem hutan.

Baca Juga: Kronologi Penemuan Jejak Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon Banten, Tim Patroli Temukan Bekas Tapak Kaki Hewan Endemik Indonesia?

Konflik lahan di TNTN bermula dari penyusutan luas hutan akibat aktivitas ilegal. Salah satu warganet menyoroti luas lahan taman nasional Tesso Nilo yang awalnya mencapai 83.000 hektar kini hanya tersisa 12.500 hektar yang tersisa sebagai hutan, sementara sisanya beralih menjadi pemukiman dan kebun sawit ilegal.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Instagram @btn_tessonilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X